EkonomiPendidikan

Bantu Produktifitas Tudung, Politektik Piksi Ganesha Indonesia Bantu Alat di Desa Grujugan

1921
×

Bantu Produktifitas Tudung, Politektik Piksi Ganesha Indonesia Bantu Alat di Desa Grujugan

Sebarkan artikel ini

PETANAHAN, Kebumen24.com – Dalam rangka membantu meningkatkan produktifitas tudung di Desa Grujugan Kecamatan Petanahan, Politeknik Piksi Ganesha Indonesia (PPGI) Kebumen memberikan bantuan alat kepada kelompok perajin tudung. Bantuan diserahkan secara langsung oleh dosen pendamping PPGI Kebumen Asep Supriyanto S.Th, M.Ag kepada Sekertaris Desa Grujugan Waris Rohmudi.

Kegiatan berlangsung di balai desa setempat Sabtu, 5 November 2022. Hadir pendamping kelompok perajin bambu Srikandi Tasiyem, dosen pengajar PPGI Kebumen Blandina SE., MM, ketua kelompok Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) PPGI Kebumen di desa Grujugan Yuyun Fatmawati serta perajin tudung kelompok Srikandi.

Pada kesempatan tersebut Asep mengatakan program ini merupakan program dari pemerintah berupa pemberdayaan masyarakat. Kegiatan berlangsung selama 6 bulan dari Bulan Juli hingga Desember 2022 berupa pelatihan dan pengarahan dalam proses pembuatan tudung agar lebih efektif dan efisien.

“Alat yang diberikan yaitu berupa mesin potong bambu, mesin belah bambu dan mesin irat. Tujuannya yaitu itu untuk membantu pengerjaan kerajinan tudung menjadi lebih efektif dan efisien. Soalnya saat ini mereka masih membuat tudung secara manual sehingga terkadang butuh waktu yang lama, dengan menggunakan alat ini diharapkan pembuatan atau produktifitas bisa meningkat.” ucapnya.

Asep mengatakan dipilihnya Desa Grujuan ialah karena desa tersebut memiliki potensi yang cukup bagus berupaya anyaman bambu, selain itu perekonomian masyarakat masih tergolong rendah. Ia berharap adanya program dan pemberian alat tersebut bisa meningkatkan produktifitas tudung sehingga ekonomi juga meningkat.

Dina selaku dosen PPGI Kebumen menambahkan akan melakukan evakuasi dan menindaklanjuti dari program yang telah dilaksanakan. Ia mengatakan nantinya akan akan program lanjutan berupa pengolahan limbah dari anyaman bambu menjadi barang kerajinan lain seperti kertas daur ulang, hiasan dinding hingga aksesoris dari sisa potongan bambu.

“Kami akan melanjutkan program terhadap limbah dari anyaman bambu yang akan kita olah menjadi beberapa barang dan kerajinan. Nantinya barang-barang tersebut kita bantu pasarkan melalui offline maupun online. Kalau Offline bekerjasama dengan pengepul dan kalau online bekerjasama dengan Bumdes yang akan di update melalui market place Bumdes.” ucapnya.

Sementara itu pendamping perajin tudung Srikandi Desa Grujugan mengatakan menyambut baik adanya program tersebut. Menurutnya adanya program dan pemberian alat tersebut memberikan semangat baru bagi para perajin untuk terus meningkatkan inovasi dan produktifitas.

“Alhamdulilah kami menyambut baik dan berterimakasih sekali adanya program ini karena memberikan semangat baru dan menambah modal kami berupa alat demi kemajuan perajin tudung di desa kami. Untuk sementara ini belum maksimal dalam menggunakan alat tersebut karena belum terbiasa dan kami masih belajar menggunakan alatnya. Kedepan semoga bisa lebih baik menggunakan alat tersebut supaya produksi kami bisa meningkat.” ucapnya.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com