MIRIT, Kebumen24.com,- Kacang Sacha Inchi dengan nama latin Plukenetia volubilis, yang memiliki berjuta manfaat bagi kesehatan. Jenis tanaman ini dibudidayakan Ir Supriyadi warga dukuh Karanganyar Desa Pekutan Kecamatan Mirit, Kebumen.
Perlu diketahui, kacang tersebut berasal dari Peru, yang merupakan rahasia kesehatan dari masyarakat suku Incha. Selain mudah, tanaman ini juga sangat terhadap hama.
dibudidayakan Ir Supriyadi mengatakan, kacang Sacha Inchi memiliki banyak manfaat diantaranya mendetoksifikasi racun di dalam tubuh, dan melancarkan pembuluh darah. Sehingga sangat bermanfaaat bagi penderita penyakit struk, diabetes, Vertigo dan penyumbatan jantung.
‘’ Sacha inchi ini bisa diolah menjadi berbagai macam olahan pangan untuk dikonsumsi. Diantaranya kacang kemasan, minyak Sacha Inchi, dan kedepan akan dijadikannya bubuk, agar bisa ditaburkan diatas makanan,’’katanya, Senin 22 Agustus 2022.
Supriyadi menjelaskan, untuk pengolahannya memang dibutuhkan tekhnik khusus, karena apabila langsung dikonsumsi maka rasa yang dihasilkan kurang enak. Pengolahan saat ini hanya bisa di Yogyakarta.
‘’Kacang ini adalah salah satu rahasia kesehatan suku Incha yang berada di Peru Amerika Latin. Mereka mengkonsumsi kacang tersebut untuk kesehatan dan membuat umur panjang. salah satu tanaman yang kandungan omega 3 nya sangat tinggi omega 6, omega 9, ada Tritovan nya dan vitamin e nya sangat tinggi dibandingkan dengan yang lainnya,”imbuhnya.
Lebih lanjut Supriyadi menuturkan, hampir setiap bagian dari tanaman Kacang Sacha Inchi ini bisa dimanfaatkan, mulai dari biji kacangnya, daun, hingga akarnya yang bisa dibuat untuk sabun kecantikan.
‘’Tumbuhan ini bisa bertahan selamanya, karena memang tahan terhadap hama dan bisa tumbuh di daerah yang minim dengan pengairan, seperti daerah pegunungan, dan di Kebumen sangat baik untuk dibudidayakan.’tuturnya.
Dikatakan, untuk satu batang bibit kacang Sacha inchi ini dijual dengan harga Rp 20 ribu per batangnya, dan hasil olehan kacangnya per 100 GR dijual dengan harga Rp 50 ribu. Sedangkan untuk minyak Sacha Incha dihargai Rp 120 ribu per botolnya.
‘’Ini peluang pasar bagi budidaya tanaman ini masih cukup luas, dikarenakan masih jarang sekali petani yang mau membudidayakan. Banyak negara yang masyarakatnya membutuhkan khasiat dari kacang Sacha inchi ini.’’tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pekutan melalui Sekretaris Desa Toni Wili Handoko menuturkan, saat ini desa sedang diwajibkan program terkait dengan ketahanan pangan. Kedepan Desa Pekutan Berencana membuat Agrowisata, karena salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh Desa Pekutan adalah pertanian.
‘’Nantinya, agrowisata tersebut akan di kolaborasikan dengan tanaman Sacha Inchi, karena kebetulan di Kebumen tumbuhan tersebut masih langka yang membudidayakan. Terlebih kacang tersebut, memiliki nilai ekonomi yang bisa mensejahterakan masyarakat desa.’’ujarnya.
Selain itu, bisa memperkenalkan potensi desa yang dimiliki oleh desa Pekutan, melalui budidaya kacang sinchi ini. Diharapkan budidaya ini bisa menjadi potensi yang luar biasa bagi masyarakat desa dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk kesehatan.
” Jadi untuk memperkenalkan kedunia luar iniloh di Desa Pekutan ada potensi yang luar biasa yang, belum banyak orang tahu, punya nilai jual yang bagus manfaat yang banyak, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.(k24/imam).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















