PEMBANGUNANPemerintahan

Gelar Musrenbang, Pemerintah Desa Jatimulyo Prioritaskan Pembangunan Ekonomi Kreatif

1298
×

Gelar Musrenbang, Pemerintah Desa Jatimulyo Prioritaskan Pembangunan Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini

PETANAHAN, Kebumen24.com,- Pemerintah Desa Jatimulyo Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2023. Musren menekankan pembangunan sektor ekonomi kreatif guna mendukung kebangkitan UMKM pasca lesunya pasar akibat pandemi COVID-19.

Musrenbangdes berlangsung di Aula Desa setempat Senin, 15 Agustus 2022. Hadir Dinas Pertanian Kabupaten Kebumen, Kepala Puskesmas Petanahan dr Sunarko, Kepala Desa Jatimulyo Sabid Banani, pendamping desa, BPD, perwakilan PKK Desa Jatimulyo, posyandu dan juga pemuda karang Taruna.

Sabid Banani menyampaikan, Pemerintah Desa Jatimulyo telah merumuskan kegiataan yang akan dilaksanakan di tahun 2023, dimana sebagian besar untuk mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Utamanya sekor ekonomi kreatif untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat.

‘’ Musrenbangdes ini merupakan musyawarah pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dengan masyarakat. Dimana, dalam musyawarah ini disusun rencana strategis (Renstra) yang akan dilaksanakan pada tahun 2023 mendatang.’’terangnya.

Sabid mengatakan, Formulasi pembangunan rencananya akan diarahkan langsung ke ekonomi masyarakat. Terutama yang sifatnya strategis, seperti insfrastruktur, dan juga lembaga ekonomi level desa.

‘’ Intinya, desa akan memfasilitasi bagaimana pembangunan kedepan akan meningkat produk produk unggulan warga desa.’’katanya.

Untuk tahun 2023, rencananya akan dilakukan proses pembangunan lumbung pangan masyarakat. Ini ditargetkan bisa memproduksi beras premium, dengan harapan bisa menembus pasar nasional dan pasar strategis lainnya.

Sementara untuk sektor ekonomi kreatif Desa Jatimulyo memiliki berbagai macam produk UMKM dari masyarakat desa. Diantaranya yang sudah cukup dikenal adalah produk anyaman bambu.

Dikatakan, untuk insfrastruktur kesehatan sebagian besar sudah mulai dibangun, seperti halnya Jambanisasai untuk masyarakat dan penanganan balita kurang gizi. Terlebih, sarana kesehatan masyarakat tentang kebutuhan air bersih, sudah dituntaskan melalui program Pamsimas, dan kini telah merambah ke 200 kepala keluarga.

Tak hanya itu, kedepan Posyandu dan juga masyarakat desa akan bekerja keras berada di garda terdepan untuk melakukan program program kreatif di bidang kesehatan. ini diharapkan taraf kesehatan warga desa bisa meningkat, dan di tahun 2023 tidak ada balita yang mengalami gizi buruk atau stunting.

Sabid menjelaskan, untuk anggaran pelaksanaan RKP atau rencana kerja pemerintah di tahun 2023 masih bersumber dari dana yang sama seperti ditahun 2022. Yakni bersumber dari PAD, Dana Desa, ADD dan BAN Q Provinsi serta BAN Q Kabupaten yang mencapai kurang lebih Rp 1,5 sampai Rp 1,7 milyar.

‘’Kami berharap dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa, untuk itu akan dikembangkan layanan internet bisa lebih meningkatkan eskalasinya. Sehingga di tahun 2023 mendatang, bisa tumbuh dan berkembang.’’pungkasnya.(k24/imam/arta).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com