HukumOpiniPemerintahan

Konsep Polri Presisi Dinilai Bentuk Keseimbangan Antara Sisi Ketegasan dan Kemanusiaan

1489
×

Konsep Polri Presisi Dinilai Bentuk Keseimbangan Antara Sisi Ketegasan dan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Foto: Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani (Istimewa)

JAKARTA, Kebumen24.com – Konsep Polri Presisi dinilai sebagai bentuk keseimbangan antara sisi ketegasan dan sisi kemanusiaan. Untuk itu, keseimbangan ini harus terus ditunjukkan Polri dalam keseharian menghadapi dinamika di masyarakat.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III Arsul Sani, kepada Awak Media, Rabu 6 Juli 2022. Kedepan diharapkan, Polri bisa lebih menunjukkan diri sebagai polisi sipil, yang meletakkan keseimbangan dalam tugas-tugas penjagaan kamtibmas dan penegakan hukum antara ketegasan dan kemanusiaan, serta pendekatan keamanan nasional dengan penghormatan terhadap HAM.

“Prinsip-prinsip keseimbangan itu sebenarnya telah diletakkan dalam konsep Polri Presisi,” ujar Arsul.

Arsul mengakui kini kepolisian semakin maju karena telah menjalankan tugas penegakan hukum dan kemanusiaan secara imbang. Salah satu contohnya adalah dengan pendekatan restorative justice.

“Sejauh ini diakui bahwa keseimbangan antara kebutuhan menjaga keamanan dan penegakan hukum dan penghormatan terhadap HAM menunjukkan kemajuan. Ini antara lain diwujudkan dengan dikembangkannya pendekatan keadilan restoratif dalam kasus-kasus hukum,” ucap Arsul.

Arsul melihat Polri kini lebih humanis dalam mengamankan jalannya kegiatan unjuk rasa. Termasuk pendekatan yang soft dalam mengahadapi unjuk rasa.

Di sisi lain, Arsul juga menyebut soal ketegasan pimpinan Polri, dalam hal ini Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terhadap para oknum. Dia berharap kerja-kerja Polri yang semakin positif ditingkatkan agar suara publik soal ‘penegakan hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas’ semakin berkurang.

“Juga ketegasan pimpinan Polri dalam menindak pelanggaran para anggotanya. Komisi III berharap kedepan hal-hal positif yang telah dicapai Polri bisa ditingkatkan. Terutama di bidang penegakan hukum, agar makin mengecil suara di ruang publik bahwa penegakan hukum kita masih tebang pilih dan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” pungkasnya.(k24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.