EkonomiPendidikan

Ingin Wirausaha, 17 Pesantren dari Kulonprogo Belajar ke Pondok Nurul Hidayah Kebumen

3036
×

Ingin Wirausaha, 17 Pesantren dari Kulonprogo Belajar ke Pondok Nurul Hidayah Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Untuk menciptakan kemandirian dan Jiwa Enterpreneurship para Santri, 17 Pondok Pesantren dari Kabupaten Kulonprogo berkunjung ke Ponpes “Nurul Hidayah” di Desa Bandung, Rt. 04 Rw. 02 Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Pondok ini dinilai salah satu pesantren di Kebumen yang memiliki trade-mark Pesantren Wirausaha atau Pondok Entrepreneurship.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulonprogo Muhammad Fauzi, Selasa 14 Juni 2022. Kunjungan diikuti tiga puluh empat (34) orang terdiri dari santri, pengurus dan pengasuh.

Rombongan disambut baik oleh pengasuh ponpes Nurul Hidayah Romo Ky. Abdul Haq Kholawi dan Gus Alfanul Maki beserta para Nyai di aula ponpes setempat. Hadir pula, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kebumen H. Makruf Widodo dan humas Kemenag

Seperti diketahui, desa Bandung sendiri adalah merupakan sebuah desa yang sudah sangat turun temurun dikenal sebagai sentra kerajinan peci di kabupaten Kebumen. Hampir separuh lebih penduduknya bergantung pada kerajinan peci dan ada juga yang jadi pengusaha, buruh jahit, dan sebagian marketing. Termasuk di Pondok Pesantren Nurul Hidayah yang didirikan oleh beliau K. H. Kholawi Mahasin Al Maghfurlah sejak tahun 1992 M itu.

Fauji mengatakan, Kunjungan ini sekaligus sebagai tindak lanjut dari Bimbingan Teknis Pengembangan Jiwa Enterpreneurship Santri Pondok Pesantren yang telah dilaksanakan oleh Kemenag Kulonprogo beberapa waktu lalu. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka ingin belajar masalah kemandirian pondok pesantren yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama.

“Sebenarnya kurang pas kalau kami melakukan study banding, lebih tepatnya kami ingin study tiru apa yang sudah berhasil dikembangkan di sini, karena sebetulnya rata – rata popes di daerah kami belum memiliki unit usaha,” katanya.

Untuk itu, pada kesempatan itu, rombongan kemudian diajak oleh beberapa pengurus untuk mengunjungi unit – unit usaha yang dikembangkan oleh Ponpes Nurul Hidayah Bandung, diantaranya yaitu unit usaha pembuatan peci, pembuatan tempe, usaha pembuatan tahu,  usaha air minum isi ulang, serta Peternakan dan angkringan santri.(K24)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.