KesehatanPemerintahanPERISTIWA

Puluhan Hewan Ternak di Kebumen Terkonfirmasi Suspek PMK

1163
×

Puluhan Hewan Ternak di Kebumen Terkonfirmasi Suspek PMK

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com,- Kasus Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak di Kabupaten Kebumen mencapai 21 ekor. Kasus tersebut tersebar di 4 Kecamatan, dimana 3 diantaranya telah dinyatakan sembuh.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distapang Kebumen Retno Gandar Wati mengatakan kasus PMK ditemukan di 6 Desa di Kebumen yakni di Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal, Desa Tambakrejo Kecamatan Buluspesantren, Desa Pelarangan dan Karangkemiri Kecamatan Karanganyar serta Desa Argopeni dan Kalibangkang Kecamatan Ayah.

” Kasus PMK di Kebumen mencapai 21 ekor yang tersebar di 6 desa 4 Kecamatan di Kebumen,” Ucapnya Rabu, 8 Juni 2022.

Untuk hewan ternak tersebut, diwajibkan untuk diisolasi di kandang dan tidak boleh berkontak langsung dengan ternak lain. Yang artinya, ternak yang terkonfirmasi positif PMK, tidak boleh untuk keluar kandang, selama masa isolasi.

Isolasi ini dilakukan selama 14 hari, atau sampai hewan ternak benar benar sehat. Dan akan ada kunjungan dari dokter hewan setempat untuk melakukan pemantauan dan penanganan pada hewan ternak, serta memberikan edukasi dan arahan kepada pemilik untuk menyemprot desinfektan secara rutin di kandang.

” Kalo ada ternak bergejala maka kita anggap suspec trus dilaporkan diambil sampel selanjutnya kita isolasi tidak boleh keluar selama 14 hari, Selama isolasi dokter hewan setempat melakukan kunjungan utk penanganan ternaknya, untuk edukasi, untuk kasih arahan desinfeksi mandiri dan sebagainya,” Jelasnya.

Menurutnya, ternak yang terjangkit PMK boleh untuk dipotong dan dikonsumsi, namun harus tetap memperhatikan Prosedur Tetap (Protap) yang telah ditetapkan. Yang mana bagian Kepala dan kaki dari hewan ternak yang dipotong sebaiknya tidak dikonsumsi.

Begitu juga dengan daging dan jeroan, sebelum dimasak agar direbus terlebih dahulu hingga benar benar matang. Dan memang pada prinsipnya, PMK pada ternak tidak menular ke manusia, jadi daging yang dikonsumsi cukup aman.

“Kita tdk pernah menganjurkan dan melarang pak ..tp kita edukasi bagaimana penanganan atau perlakuan thd daging dan produk hewan tsb saat PMK, Seperti ini misalnya, Daging hrs direbus jeroan juga….kepala dan kaki sebaiknya tidak dikonsumsi, pada prinsipnya jan memang pmk bkn penyakit yg menular ke manusia,” Pungkasnya.(k24/imam)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com