KEBUMEN, Kebumen24.com,- Adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, tak berpengaruh pada penjualan hewan ternak di Kebumen. Meski demikian, pedagang belum mendapatkan pesanan hewan kurban dari luar daerah.
Seperti halnya penjualan hewan ternak di Pasar Argopeni Kebumen, Rabu 8 Juni 2022. Dimana, hingga kini masih berjalan normal.
Hadi salah seorang pedagang ternak di Pasar Argopeni Kebumen mengaku belum ada dampak sama sekali dalam memperjualbelikan hewan ternaknya. Ia juga memastikan hewan yang dijual dalam kondisi sehat dan bukan berasal dari luar kota, atau wilayah pandemi PMK.
‘’ Hanya saja ada penurunan pemesanan hewan kurban dari luar kota. Yang biasanya, pada bulan ini sudah mulai ramai pembeli, yang mencari dagangan untuk dijual lagi di luar kota.’’ujarnya.
Ia menyebutkan, harga sapi saat ini rata rata berkisar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per ekornya. Sedangkan untuk sapi dari luar kota saat ini juga masih dilarang untuk masuk ke Kebumen.
“Kayanya nggak ada dampaknya, yang penting itu sapi merah yang dari jogja kemarin nggak boleh masuk sementara la ya, kalo PO sapi putih sini boleh masuk ya nggak ada dampaknya, dampaknya dikitlah, untuk jualan hewan ternak lokal, sapi disini harganya tergantung sapinya ada yang 20 ada yang 30 kebanyakan 20 an mas tapi kan belum ada orang ngirim di jakarta, belum ada pesanan,”imbuhnya.
Berbeda dikatakan Sudiyono, salah satu pedagang Kambing yang berjualan di Pasar Argopeni mengaku penjualan Kambing kini sudah mulai meningkat. Peningkatan sendiri berkisar antara 5 hingga 10 persen dibandingkan hari hari biasanya.
‘’ Hewan ternak di Pasar ini selalu terjaga kesehatannya dan selalu ada pemeriksaan dari dokter hewan, untuk mengetahui kondisi hewan ternak yang diperjual belikan. Dan apabila ditemukan, ternak tidak sehat maka akan langsung dikembalikan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.’’jelasnya.(k24/imam)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















