Lingkungan HidupSOSIAL

Pasca Banjir, Polsek Buayan Gelar Aksi Tanam 5000 Pohon untuk Cegah Bencana

1399
×

Pasca Banjir, Polsek Buayan Gelar Aksi Tanam 5000 Pohon untuk Cegah Bencana

Sebarkan artikel ini

BUAYAN, Kebumen24.com,- Adanya musibah banjir dan tanah longsor yang melanda di sejumlah wilayah Kebumen beberapa hari terakhr ini, perlu disikapi bersama dengan baik. Terutama harus bisa mengambil hikmah agar sebisa mungkin tidak terulang kembali.

Mendasari hal tersebut, Polsek Buayan Kabupaten Kebumen, melakukan aksi penanaman bibit pohon jenis Albasia sebanyak 5000 batang di sejumlah desa khususnya yang rawan terhadap bencana banjir dan longsor. Kegiatan ini digelar atas kerjasama dengan PT. Rama Gombong Sejahtera.

Penanaman pohon dilakukan langsung secara simbolis oleh Kapolsek Buayan IPTU Sucipto, SH bersama HRD PT Rama Gombong Sejahtera Heriyanto, Jumat 25 Maret 2022. Termasuk pemberian bantuan bibit kepada perwakilan 5 Desa di Wilayah Kecamatan Buayan.

Kapolsek menjelaskan, kegiatan Ini dilakukan dalam rangka mendukung program penghijauan dan sebagai bentuk kepedulian alam, terutama untuk mengantisipasi terjadinya musibah bencana. Terlebih Kebumen merupakan wilayah yang rawan akan bencana alam.

Adapun penanam dan bantuan bibit diberikan di lima desa. Diantaranya, Desa Rogodadi, Desa Pakuran, Desa Wonodadi, Desa Jladri dan Desa Karangbolong dengan masing masing 1000 batang pohon.

‘’ Prioritas desa yang rawan bencana,’’ujarnya.

Melalui kegiatan ini Kapolsek mengajak masyarakat untuk gemar menanam pohon. Menurutnya ini dapat mengurangis resiko terjadinya bencana alam.

Sementara itu HRD PT Rama Gombong Sejahtera Heriyanto mengatakan pihaknya ingin berkontribusi untuk penghijauan di wilayah Kebumen yang rawan akan bencana. Sedangkan dipilihnya pohon Albasia, dikarenakan pohon tersebut adalah kayu rakyat dan untuk penanaman hingga perawatannya pun cukup mudah.

Heriyanto menyampaikan, pohon ini juga memiliki dampak sisi ekonomi bagi masyarakat Bahkan ketika tumbuh besar, pihaknya pun juga siap membeli kembali batang pohon tersebut dengan harga standar pasar.

‘’ Penanaman bisa dirasakan masyarakat sekitar 5 sampai 7 tahun kemudian. Dan hasil dari kayu tersebut kami siap membelinya kembali dengan harga pasar. Termask kami juga siap meberikan bibitnya. Tentunya ini sangat menguntungkan bagi masyarakat.’’ucapnya.(k24/imam).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.