Pemerintahan

Tahun 2021, Angka Pengangguran di Kebumen Menurun Jadi 6,03%.

1476
×

Tahun 2021, Angka Pengangguran di Kebumen Menurun Jadi 6,03%.

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Pengangguran terbuka di Kebumen menurun di tahun 2021 menjadi 6,03%, ibandingkan tahun 2020 sebesar 6,07%. Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kebumen terus meningkat menjadi 70,05, pada tahun 2021.

Hal itu disampaikan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat melaporkan hasil indeks kinerja pemerintah daerah tahun 200-2021 di berbagai sektor pada agenda rapat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Selasa 25 Januari 2022. Rapat digelar di Pendopo Kebumian, bersama jajaran Forkompinda, para pimpinan OPD, pimpinan Ormas keagamaan, dan LSM.

“Capaian indikator makro ini sudah seharusnya berdampak pada penurunan angka kemiskinan,” tuturnya.

Dalam laporan itu Bupati memaparkan indeks kinerja pemerintah di sektor ekonomi, pembangunan ekonomi, dan juga kesehatan. Disebutkan pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Kebumen terkontraksi sebesar -1,46%. Ini terjadi karena adanya dampak pandemi Covid-19.

Adapun untuk ketimpangan pendapatan berdasarkan data BPS menunjukan disitribusi pengeluaran untuk 40% penduduk dengan pendapatan terendah di Kebumen tahun 2016-2020 bergerak secara flukuatif.

“Untuk 2021 pendapatan terendah di Kebumen telah memiliki proporsi pendapatan selalu di atas 17%, hal ini menunjukan Kebumen memiliki ketimpangan pendapatan rendah,” ujar Bupati.

Namun diakui, meski pengangguran turun, angka kemiskinan pada Tahun 2021 meningkat sebesar 0,24% atau menjadi 17,83%. Hal ini diperberat dengan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat yang diikuti dengan kenaikkan garis kemiskinan sebesar Rp.10.042, atau menjadi Rp.390.599.

Untuk itu, Pemerintah akan terus berupaya mengentaskan persoalan kemiskinan  ekstrem di Kebumen. Terdapat 1.603 rumah tangga yang menjadi sasaran penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kebumen.

Menurut Bupati untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem harus ada intervensi pemerintah dan semua pihak.

“Intervensi yang bisa dilakukan yakni dengan mensinergikan pembiayaan baik anggaran pemerintah pusat atau daerah, dengan potensi pendanaan non pemerintaj bisa itu CSR, filantropi, Baznas dan lain sebagainya,” ucap Bupati.

Dalam kesempatan itu juga disebutkan tentang vaksinasi di Kebumen per 17 Januari 2022  telah mencapai 77,73% untuk dosis I, dan 53,50% ntuk dosis 2. Bupati memintq agar vaksinasi terus ditingkatkan karena varian Omicron sudah masuk ke kabupaten tetangga.

RKPD 2023  kali ini mengambil tema ‘Pemantapan kualitas infrastruktur dalam rangka pengembangan perekonomian dan pertanian serta peningkatan profesionalisme aparatur dan kualitas sumber daya manusia’.

Bupati menegaskan seluruh program kerja disemua sektor harus seusai dengan visi Kebumen SEMARAK (Sejahtera, Mandiri, Berakhlak bersama Rakyat). (K24)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.