KEBUMEN, Kebumen24.com – Di musim penghujan, masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap bencana alam maupun penyakit. Salah satunya penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Baru baru ini, sebanyak 20 orang warga Dukuh Sangkeh, Desa Trikarso, Kecamatan Sruweng dinytakan positif terserang penyakit DBD. Tiga diantaranya sedang menjalani perawatan di RSU.
Untuk itu sebagai upaya penanganannya, pemerintah melakukan fooging. Kegiatan dilakukan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, Dinkes Kabupaten Kebumen, Puskesmas, dan Pemdes, Jumat 26 November 2021.
Perlu diketahui, Fogging adalah tindakan pengasapan dengan bahan pestisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk secara luas. Tetapi fogging hanya efektif dalam membunuh nyamuk dewasa tidak untuk larva, telur, ataupun jentik nyamuk.
Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas Polres Iptu Tugiman menjelaskan meski telah dilakukan fogging, warga diimbau untuk hidup sehat. Yakni dengan cara tidak membiarkan nyamuk berkembang biak dengan gerakan pemberatansan sarang nyamuk PSN 3M Plus.
“Melalui Bhabinkamtibmas kita ingatkan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat di musim penghujan diantaranya adalah gerak PSN 3M Plus,” jelas Iptu Tugiman.
PSN 3M Plus yang dimaksud yakni dengan menguras, membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air. Seperti halnya bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampungan air lemari es dan lain-lain.
Kemudian enutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya. Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang dapat menularkan demam berdarah.
Plusnya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti menaburkan bubuk larvasida (bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, menaruh ikan di penampungan air dan menanam tanaman pengusir nyamuk termasuk gerakan plus yang dimaksud.
Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh infeksi virus dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini bertelur dan berkembang biak di genangan air, sehingga banyak terdapat pada musim hujan.(K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















