KEBUMEN, Kebumen24.com – Pemotongan Tumpeng dan Gema Lantunan Sholawat dari Grup Ahbaabul Musthofa Kebumen menandai kemeriahkan Hari Jadi Korps Brigade Mobil atau Korps Brimob Polri yang ke 76. Istimewanya kegiatan ini digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen.
Pemotongan Tumpeng dilakukan langsung Oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dan Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama, Minggu 14 November 2021. Hadir para anggota Brimob aktif di lingkup Polres Kebumen, Ketua Ahbaabul Musthofa Kebumen Gus Fcahrudin Ahmad Nawawi dan Gus Johan Amru, serta para jajaran kepolisian yang dulu pernah ditempatkan di satuan Brimob.
Pada kesempatan itu Bupati yang juga mantan anggota Brimob ini menyatakan kecitaannya terhadap Korps Brimob yang merupakan unit (Korps) tertua di dalam tubuh Polri. Di momentum ini ia turut merasakan pengalaman dulu selama bertahun-tahun pernah dididik dan dilatih sebagai anggota Brimob Polri. Baginya Brimob tak pernah mengecewakan.
“Di tempatkan dimana pun Brimob Insya tak pernah mengecewakan. Terbukti Pak Kapolres pernah ditempatkan di Poso alhamdulillah, di Polda Metro alhamdulillah, kemudian pernah di KPK dan terakhir Kapolres Kebumen,” ucap Bupati.
Bupati menceritakan dirinya terdidik dan terlatih sebagai anggota Brimob dalam Barung menerangkan, dasar bintara atau Dasba 6000, karena jumlahnya memang ada 6000. Menurutnya, menjadi anggota Brimob mendidik orang agar terlatih, bukan yang terbaik.
“Kalau terlatih itu orang sudah terbiasa, kalau terbaik itu cuman satu. Kalau terlatih itu kelompok atau tim. Brimob menembak terbaik itu ya satu. Tapi terlatih itu tim atau kelompok,” jelasnya.
Bupati menekankan, seorang anggota Brimob ditempatkan dimanapun selalu siap tidak akan menolak. Apalagi jika itu untuk kepentingan bangsa dan negara. Karena sesuai Moto Brimob “Seluruh Jiwa Ragaku adalah Kemanusian.”
Bupati juga yakin, Brimob selalu mendukung program pemerintahan. “Apalagi di masa sulit ini, banyak keterlibatan Brimob dalam mendukung penanganan Covid-19, baik dalam pengamanan masyarakat, vaksinasi dan ketertiban di luar, karena tugas mereka adalah kemanusian,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menambahkan, dirinya juga sangat senang dan bangga pernah didik dan dilatih dalam satuan Brimob dari tahun 2002 sampai 2010. Ia bahkan mengaku pernah ditempatkan di Poso. Ia bersyukur menjadi polisi awalnya di tempatkan di Brimob.
“Alhamdulillah banyak hal baik dan positif yang kita dapat di Brimob berupa nilai tanggungjawab, kesabaran, nilai kompetensi, kejujuran, dan nilai setia dan tunduk terhadap pimpinan,” jelasnya.
Sama halnya di tempat lain, AKBP Piter melihat satuan Brimob di lingkup Polres Kebumen juga sangat handal dan bisa diandalkan. Kapolres percaya, sampai kapapun nilai kebajikan yang dimiliki segenap anggota Brimob akan tetap terpatri dalam segenap jiwa raganya.
“Saya memaknai Brimob menjadi dua hal. Brimob sebagai kesatuan dan Brimob sebagai filosofi. Brimob sebagai kesatuan kita sudah tidak di kesatuan itu. Tapi Brimob sebagai filosofi, maka akan kita bawa selalu dalam aliran darah, dalam jiwa jiwa, dan dalam setiap interaksi dengan masyarakat sesuai kapasitas dan status sosial kita masing-masing,” tandasnya.(K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















