ALIAN, Kebumen24.com – Cuaca yang tidak menentu akhir akhir ini membuat sejumlah petani tembakau di Desa Kalijaya Kecamatan Alian Kebumen khawatir jika gagal panen. Pasalnya, tanaman tembakau tidak bisa bertahan hidup jika sering terkna air hujan.
Seperti diutarakan Tasikun (40), salah satu petani di Desa setempat Sabtu, 11 September 2021. Ia mengaku was was dengan cuaca yang akhir akhir kurang bersahabat. Ini dirasa dapat berpengaruh pada pertumbuhan tembakau yang ia tanam.
‘’ Akhir akhir ini cuaca kadang hujan kadang terang, saya kawatir jika sering terkena air tanaman tembakau saya mati,’’ujarnya.
Pria yang biasa disapa Ikun Gondrong ini, mengatakan Tembakau jenis palkuning yang ditanam normalnya bisa dipanen saat umur sekitar 3 bulan. Setelah cukup umur daun akan dipetik lalu dibiarkan atau Imbon selama 5 sampai 6 hari.
Daun tembakau yang sudah di imbon kemudian dirajang menggunakan alat. Setelah dirajang tembakau akan dijemur menggunakan Rigen (tempat untuk menjemur tembakau yang terbuat dari bambu).’’imbuhnya.
Adapaun proses penjemurannya, Ikun menjelaskan yaitu membutuhkan waktu selama 2 hari di bawah panasnya terik matahari. Selanjutnya tembakau yang sudah kering akan digulung dan dipotong dengan ukuran tertentu.
Sedangkan untuk harga tembakau yang masih mentah atau dalam bentuk lembaran daun dijual dengan harga Rp500.000 perkilogramnya. Khusus yang kering gulungan dijual dengan harga kisaran Rp80.000 perkilogramnya.
” Kalau saya sendiri nanamnya ga banyak bisanya dijual eceran ke kampung-kampung ada juga tetangga yang minta,”pungkasnya.(K24/ILHAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















