KEBUMEN, Kebumen24.com,- Bentrokan antara Ormas Pemuda Pancasila (PP) dengan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang terjadi beberapa waktu lalu diharapkan dapat diselesaikan dengan duduk bersama. Dengan begitu suasana akan kondusif kembali.
Hal ini dijelaskan Ketua Majlis Pimpinan Cabang PP Kebumen Hadi Waluyo saat menggelar Jumpa Pers di Rumah Makan Sop Ari Lingkar Selatan Kebumen Kamis, 26 Agustus 2021. Menurutnya, PP dan GMBI awalnya tidak ada permasalahan sama sekali.
‘’ Pada saat itu kami hanya berselisih dengan DN hingga terjadi perkelahian.’’ucapnya.
Dirinya menyayangkan pada saat itu LSM GMBI memberikan bantuan kepada DN tersebut, hingga terjadilah bentrokan. Ia juga tidak menyalahkan anggotanya sepenuhnya, karena memang saat kejadian anggota GMBI dari luar kota berdatangan dan melengkapi diri dengan senjata.
” Pemicunya awalnya ya itu pak, karena temen temen dari PP itu memiliki jiwa korsa yang kuat, itu spontanitas tidak ada rencana atau apa, mereka datang dari luar kota membawa senjata banyak bang, sudah mempersiapkan ternyata,” Ucapnya didampingi Sekjen MPC Pemuda Pancasila Kebumen, Sigit Sabariyanto, Ketua PAC Pemuda Pancasila Gombong Edi Purwanto.
Meskipun demikian pihakanya sudah mengupayakan rekonsiliasi dengan GMBI beberapa waktu lalu. GMBI mulai membuka komunikasi pada Sabtu lalu yang dimediasi oleh pihak Kepolisian. Kendati begitu hal tersebut urung dilakukan dengan tanpa alasan.
” Sebenarnya itu sudah saya lakukan bang, satu dua kali bahkan hari sabtu pun dari pihak GMBI itu lewat jajarannya itu, sudah menyampaikan kepada pemangku kebijakan hukum, dan kami sudah siap tapi ada jeda waktu antara 15 sampai 20 menit batal itu,” Jelasnya.
Hadi menambahkan, ke 16 anggotanya yang saat ini ditahan oleh pihak Kepolisian sudah diberikan pendampingan hukum. Ia pun berharap bisa segera dibebaskan.
” Kita sudah dan prosesnya sudah dijalani, karena di BPPH PP kan punya badan sendiri yang untuk mendampingi keluarga besar kita,” Pungkasnya.
Terpisah, LSM GMBI Kebumen juga melaksanakan jumpa pers. Ini dilaksanakan oleh Ketua GMBI Kebumen Fuad Abdurrahman dan ketua LBH GMBI Wendy Napitupulu SH CPLC CPCLE.
Dalam kesempatan tersebut Wendy menyampaikan pihaknya merasa prihatin dan miris terkait adanya insiden tersebut. Disampaikan pula LSM GMBI dibentuk bukan untuk menakut-nakuti, melainkan justru untuk membantu masyatakat yang tidak mampu, memberikan pelayanan hukum dan kontrol sosial.
“Kami sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Kami juga minta maaf pada Warga Gombong,” ungkapnya.
Semua kejadian tentu ada hikmahnya. Hal ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bersama untuk kedepan lebih baik. Ditegaskannya, dari Keluarga Besar sama sekali tidak ingin terjadi keributan. Ini baik di wilayah Gombong maupun wilayah lainnya se Indonesia.
“Kami dari LBH GMBI akan mendampingi penuh terkait proses hukum. Kami juga apresiasi terhadap Polres Kebumen yang respon cepat terkait dengan persoalan tersebut,” paparnya.
Wendy berharap kejadian tersebut tidak lagi terjadi. Meski berbeda ormas namun tetap satu NKRI. Meski sangat menyesalkan adanya kejadian tersebut, namun pihaknya juga berharap hal ini dapat menjadi awal yang baik untuk dapat menjalin hubungan dengan ormas lain. (K24/Imam)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















