covid 19Pendidikan

Kebumen ada 16 Kasus Internet Addiction, Bupati Ingatkan Orang Tua

951
×

Kebumen ada 16 Kasus Internet Addiction, Bupati Ingatkan Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Foto : Arif Sugiyanto dan Budi Satrio saat rakor virtual (kanan depan)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pandemi Covid-19 membuat penyesuaian kehidupan setiap orang termasuk dunia pendidikan. Pembelajaran daring menuntut anak untuk berselancar internet dengan gadget. Namun, dalam hal ini penggunaan gadget perlu mendapatkan pengawasan agar tidak berlebihan.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyebutkan, pada masa pandemi Covid-19 ditemukan belasan kasus internet addiction atau kecanduan internet di Kabupaten Kebumen. Kondisi tersebut dialami remaja pada usia 13 hingga 19 tahun.

“Ada 16 kasus baru di Kabupaten Kebumen terjadi internet addiction. Internet addiction ini adalah mental yang perlu pembinaan karena penggunaan gadget yang melebihi,” katanya, Rabu 4 Agustus 2021.

Arif tidak menampik pembelajaran ditengah pandemi berjalan secara daring. Namun, pembelajaran daring yang dilaksanakan oleh siswa tentu memiliki batas waktu yang ditentukan oleh sekolah.

“Daring ini ada tolak ukurnya jam pembelajarannya, di luar itu orang tua harus mengawasi dan berani menarik gadget tadi agar anak tidak berlebihan menggunakan gadget,” tegasnya.

Kasus kecanduan yang dialami remaja Kebumen, lanjut Arif terjadi pada beberapa aspek. Salah satu yang paling banyak ditemukan yakni berkaitan game online. Se3dangkan pada kasus internet addiction di Kebumen ditunjukkan sejumlah gejala. Ia mencontohkan ada anak yang membenturkan kepala pada gadget dan ada yang berteriak-teriak ketika kuota habis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Dwi Budi Satrio dalam video yang dirilis mengungkapkan pada saat pandemi perlu diwaspadai potensi internet addiction. Terkait kondisi ini, Dinkes sudah mengupayakan dengan pembentukan desa siaga sehat jiwa di Sempor.

“Di tingkat penanganan medis, kita sudah memiliki puskesmas yang sudah dapat mengatasi hal tersebut pada tahap awal. Pada tahap lanjut, jika anak membutuhkan perawatan sudah disiapkan rumah sakit,” katanya.

Adanya kasus di Kebumen, Budi Satrio mengimbau para orang tua untuk berperan dalam pengawasan terhadap penggunaan gadget pada anak. Menurutnya, dalam pencegahan dan penanganan internet addiction perlu dukungan semua pihak.(K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com