KEBUMEN, Kebumen24.com – Menjelang tahun ajaran baru, peran orang tua dinilai sangat penting dalam menentukan keberlangsungan pendidikan bagi putra putrinya. Termasuk mengarahkan mereka agar melanjutkan sekolah ditempat yang memiliki mutu pendidikan berkualitas dan berkarakter.
Hal ini disampaikan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kebumen Gus Fachrudin Achmad Nawawi, disela sela kegiatannya, Senin 7 Juni 2021. Menurutnya, pendidikan yang tepat dan ideal bagi siswa yang akan melanjutkan sekolah adalah pesantren. Dimana, para siswa dapat lebih fokus belajar, baik ilmu Agama maupun Formal.
‘’ Banyak kelebihan ketika anak kita mondok di pesantren. salah satunya manakala orang tua mungkin sibuk dan tidak bisa mengontrol pergaulan anaknya, maka dengan anaknya di pesanten tidak begitu cemas dan kawatir lagi,’’ ujar Gus Fachrudin.
Gus Fachrudin yang juga Pengasuh Ponpes Alhasani Alian ini mengatakan, di pondok pesantren para siswa atau santri akan diajarkan tentang ilmu agama, kedisiplinan, akhlak dan budi pakerti yang luhur. Dengan begitu mereka akan memiliki karakter dan kepribadian yang baik.
‘’ Saya dulu santri dan mondok selama 12 tahun. Jadi insya Alloh saya tahu betul bagaimana pendidikan di pesantren. Intinya mengajarkan santri menjadi manusia yang berbudi luhur dan berwawasan luas serta mandiri,’’imbuh Alumni Ponpes Lirboyo itu.
Lebih jauh menurut Gus Fachru, Pesantren dibaratkan Rumah atau Penjara Suci. Yang mana para santri akan di gembleng dalam hal mengaji, sekolah dan juga kegiatan ekstra skill. Baik dibidang ekonomi, pertanian, peternakan dan banyak ekstra-ekstra lain yang diajarkan selama di Pesantren.
‘’ Segudang ilmu diajarkan, Jadi pulang dari pesantren anak bisa langsung beradaptasi dengan lingkungan sesuai skill masing-masing. Dengan begitu mereka bisa menjadi generasi yang bermanfaat.’’ucapnya.
Kepada para orang tua Gus Fachrudin mengajak untuk tidak ragu menitipkan putra putrinya di pesantren, atau setidaknya di Madrasah Diniyah yang ada di Desa masing masing. Dengan catatan pesantren atau Madrasah yang legalitas jelas.
Selain itu Gus Fachrudin juga berharap kepada para orang tua untuk tidak bosan mengarahkan anaknya mondok di pesantren. Termasuk para guru ngaji di desa. yang ketika kesulitan mengarahkan anaknya masuk Pesantren, untuk guru-guru di Desa-desa agar bisa menyisipkan pemahaman atau edukasi tentang pesantren.
‘’ Bagi masyarakat lain mungkin masih ada yang beranggapan bahwa di pondok pesantren itu kuno, nanti kalau pulang dari pesantren mau makan apa?. Pandangan seperti ini tentunya sangat keliru, dan harus diluruskan, karna sekarang sudah jaman modern artinya ilmu dari berbagai kemampuan dipesantren itu sudah diajarkan, jadi tidak hanya ngaji saja tapi sudah dibekali dengan berbagai ilmu,’’jelasnya.
Khusus bagi para siswa yang akan masuk pesantren, Gus Fachrudin memberikan beberapa tips atau cara agar betah dan bisa segera beradaptasi saat baru mondok. Pertama yaitu jangan terlalu memikirkan rumah dan Fokus belajar. Ke dua jangan sampai orang tua membesuk sebelum 40 hari saat baru masuk pesantren. Ke tiga baru pulang ke rumah jika sudah memasuki 3 tahun di pondok. Dengan cara ini, bisa dipastikan santri akan betah selam mondok.
’ Jika itu bisa dilakukan, Insya Alloh betah di pesantren. Ini tidak lama dan hasilnya nanti juga untuk diri kita sendiri. pulang dengan membawa ilmu,’’pungkas Gus Fachrudin.
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















