ARIF SUGIYANTOPEMBANGUNANPemerintahan

Hasil Tambak Udang di Kebumen Belum Maksimal, Arif Sugiyanto Studi Banding ke Bengkulu

1889
×

Hasil Tambak Udang di Kebumen Belum Maksimal, Arif Sugiyanto Studi Banding ke Bengkulu

Sebarkan artikel ini
Arif Sugiyanto Studi Banding ke Tambak Udang Bengkulu

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kabupaten Kebumen memiliki banyak potensi unggulan yang bisa di kembangkan untuk menunjang perekonomian masyarakat. Namun disisi lain, potensi ini sepertinya belum dikelola dengan baik sehingga hasilnya pun belum maksimal.

 

Salah satunnya hasil tambak udang di kawasan pesisir selatan Kebumen. Dimana hingga kini masih jauh dari yang diharapkan, yakni rata rata dalam satu hektarnya hanya bisa menghasilkan 8 sampai 9 ton setiap kali panen. Padahal, jika dikelola dengan tehknik dan tata cara yang benar, pastinya dapat memperoleh hasil yang lebih dari itu.

 

Seperti contoh hasil tambak udang di desa Linau, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu di Sumatera. Tambak udang yang dikelola PT. Dua Putra Perkasa ini, mampu menghasilkan udang vaname 40 Ton dalam setiap hektarnya.

 

Hal ini diungkapkan Bupati Kebumen terpilih H. Arif Sugiyanto SH, saat berkunjung ke Tambak Udang yang saat ini hasilnya telah dijual ke berbagai negara besar baik di Asia maupun Amerika itu, Sabtu 30 Januari 2021. Kunjungan dalam rangka studi banding ini Wakil Bupati didampingi Sekda Kebumen Ujang Sugiyono dan Kepala Dinas Perkim LH Kebumen Edi Riyanto.

 

Dijelaskan Arif Sugiyanto yang kini juga masih menjabat sebagai Wakil Bupati, bahwa dalam kunjunganya dirinya melihat langsung bagaimana proses pengelolaan tambak udang di Bengkulu dilakukan secara professional. Mulai dari ukuran tambak, proses oksigen, hingga pengecekan lab kandungan air dilakukan secara rutin setiap hari. Bahkan pembuangan kotoranya juga tidak langsung dibuang ke laut. Akan tetapi ditampung dan disterilkan terlebih dahulu dalam sebuah wadah, setelah itu baru dibuang.

 

Lebih jauh Arif menilai ekosistem di tambak udang seluas 60 hektar yang sudah berjalan sejak 2015 ini benar benar dijaga dengan baik dan nantinya juga akan diterapkan kawasan tambak udang di Kebumen. Menurutnya, hal ini penting karna salah satu sumber utama tambah udang adalah media laut, ketika air tercemar maka hasilnya akan semakin kecil.

 

‘’ Kita melihat sendiri pembuangan air limbah disini cukup terkontrol dengan baik. Wajar jika dalam satu hektar tambak udang mampu menghasilkan udang vaname 40 ton. Padahal lahannya sama luasnya dengan Kebumen, hanya saja cara pengelolaannya yang berbeda. Tentunya Ini akan diterapkan di Kebumen agar hasilnya nanti maksimal. ’’ungkap Arif.

 

Hal senada juga diutarakan Sekda Kebumen, yang mana menurutnya menjaga ekosistem merupakan kunci utama keberhasilan budidaya udang vaname. Ia meyakini jika hal ini diterapkan di Kebumen para petani tebak udang vaname pasti akan berhasil.

 

” Saya melihat keberhasilan dari segi pembuangan air limbah tidak langsung ke laut, dan ekosistem di sini betul betul diperhatikan. Jadi intinya saya yakin jika di terapkan ke kebumen pasti akan berhasil,” ujar Sekda.

 

Ditambahkan Kapala Perkim LH Kebumen bahwa hasil studi banding ini nantinya akan ditularkan ke petani tambak udang vaname di Kebumen. Dimana nantinya petani akan memiliki pemikiran baru, demi keberhasilan budidaya di Kebumen.

 

” Saya melihat ini bisa ditularkan ke petani di kebumen, Mindset lama harus kita rubah. Ini penting sekali agar hasil tambak bisa meningkat,’’ujar Edi Riyanto.

 

Sementara itu Direktur PT. Dua Putra Perkasa Risma Ardhi Chandra menjelaskan, menyambut baik kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Kebumen tersebut. Untuk itu Pihaknya juga siap membantu dalam pengembangan tambak udang vaname di Kebumen.

 

” Kami sangat antusias untuk sama sama membangun kebumen, infrastruktur kami juga kami siapkan untuk membantu kota kebumen agar menghasilkan tambak udang vaname minimal mirip seperti di Bengkulu ini,”ucapnya.(K24/THR).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.