Pemerintahan

Dua Ponpes Kebumen Deklarasikan Bebas Rokok

1434
×

Dua Ponpes Kebumen Deklarasikan Bebas Rokok

Sebarkan artikel ini
K24

KEBUMEN, Kebumen24.com – Dua pondok pesantren di Kabupaten Kebumen mendeklarasikan diri sebagai pesantren bebas rokok. Yaitu Pondok Pesantren Al Huda Jetis Kebumen dan Ponpes Al Kamal Kuwarasan. Peresmian dua pondok pesantren sebagai pesantren sehat dan ramah anak dilakukan Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz, Selasa 29 Desember 2020.

 

Peresmian tersebut turut dihadiri Direktur Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kemenag RI Waryono, Deputi V Kepala Bidang Partisipasi Organisasi Keagamaan Dodi Muhammad Hidayat, Kasubdit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi Theresia Sandra Dian Ratih, dan Global Partner Research Community Empowerment Fauzi Ahmad Noor dan Kepala Dinkes Dwi Budi Satrio. Turut hadir sejumlah perwakilan pondok pesantren di Kebumen.

 

Bupati Yazid mengungkapkan, kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan. Oleh karenanya pemerintah perlu menjamin kesehatan warganya termasuk untuk kalangan pesantren. Apalagi dengan tidak merokok bagi kalangan pesantren akan menjadi hal baik untuk kesehatan.

 

“Memang dalam Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR), tempat pendidikan dan ibadah dilarang untuk merokok,” katanya dalam sambutan.

 

Yazid menyebut, bahwa Kebumen telah menetapkan Perda KTR sejak tahun 2017. Kemudian hingga kini diteruskan oleh desa menerapkan Perdes serupa sebanyak 35 desa. Ia berharap, embrio dua pesantren yang mendeklarasikan diri bebas rokok ini dapat merambah ke lingkungan pendidikan lain di Kebumen.

 

“Harapannya Kabupaten Kebumen terjaga kesehatannya baik di ponpes maupun pendidikan formal lain,” imbuhnya.

 

Dalam mensuport kegiatan keagamaan, lanjut Yazid, Pemkab Kebumen sangat konsen. Ia menyebut dalam satu tahun setidaknya Rp 3 miliar anggaran digelontorkan melalui Bagian Kesra Setda. Adapun bantuan diberikan untuk pondok pesantren maupun tempat peribadatan di Kebumen.

 

Sementara itu, Direktur Program Muhammadiyah Steps-UMY Supriyatiningsih mengatakan, bahwa menjaga kesehatan dengan tidak merokok diharapkan dapat menciptakan SDM yang unggul. Apalagi permasalahan Kebumen salah satunya hingga kini tingginya pengangguran. Disisi lain, dengan hal ini diharapkan dapat ikut menunjang target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030.(K24/THR).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com