SOSIAL

Dapat Informasi dari Netizen, Calon Bupati Kebumen Tilik Nenek yang Tinggal di Rumah Reot Sebatang Kara

1474
×

Dapat Informasi dari Netizen, Calon Bupati Kebumen Tilik Nenek yang Tinggal di Rumah Reot Sebatang Kara

Sebarkan artikel ini
FOTO H. ARIF SEDANG TILIK RUMAH JANDA TUA

BULUSPESANTREN, Kebumen24.com – Kesenjangan sosial dan kehidupan rakyat miskin yang berhak mendapatkan kesejahteraan dan hunian layak di Negeri ini sepertinya masih perlu diperhatikan. Seperti halnya yang dialami Mbah Satinah warga Dukuh Pedati RT 02 RW 01 Desa Bocor Kecamatan Buluspesantren hidup sebatang kara dan tinggal di rumah yang masih jauh dari kata layak huni.

 

Dirumahnya yang hampir seratus persen berbahan baku kayu dan bambu, Janda tua berusia 90 tahun ini bertahan hidup sendiri dan butuh adanya sentuhan bantuan dari pemerintah. Kondisi yang memprihatinkan ini kemudian menyebar di media sosial dan mengetuk hati H. Arif Sugiyanto yang merupakan Calon Bupati Kebumen pada pilkada 2020.

 

Dalam hal ini, H, Arif pun datang untuk melihat secara langsung kondisi yang dialami Nenek Satinah keseharian dirumahnya. Jumat 9 Oktober 2020. Pada kesempatan itu, Arif yang hanya didampingi sang sopir masuk ke rumah mbah Satinah.

 

Saat masuk ke dalam rumah, kondisi rumahnya memang terlihat memprihatinkan. Rumah berukuran sekitar 7×8 meter ini masih berlantai tanah. Tak terlihat ada saluran listri dan hanya meja dan kursi yang sudah rusak. Selain itu, tanpak hanya ada sebuah dipan tanpa kasur yang digunakan untuk beristirahat.

 

Beralih ke dapur yang digunakan untuk memasak tanpak dinding bambu yang mulai akan roboh dan atap genteng yang kadang kala bocor ketika turun hujan. Tak ada kompor gas, hanya terlihat sebuah tungku kecil dan ranting pohon sebagai bahan bakar untuk memasak. Bahkan, untuk keperluan MCK (mandi cuci dan kakus) harus menumpang dirumah tetangga. Rumah tersebut terlihat sangat tidak terurus dengan prabotan yang sudah mulai Rapuh.

 

Mirisnya lagi, kondisi ini hanya dibiarkan begitu saja tanpa diperbaiki karena ketiadaan biaya. Diusianya yang telah senja, bagi seorang Nenek Satinah seakan akan tidak menjadi soal untuk tetap bertahan hidup.

 

Selain melihat rumah, Calon Bupati Arif juga menyempatkan melihat langsung keadaan Mbah Sutinah yang kini tengah tinggal menumpang di rumah saudaranya untuk sementara waktu karna kondisi kesehatanya kurang baik.

 

Melihat kondisi tersebut, Calon Bupati Arif menyampaikan prihatinan dan berharap ada kebersamaan antara masyarakat dengan pemerintah agar bisa bersama sama menyelesaikan masalah yang saat ini sedang dialami oleh nenek Satinah. Apalagi Kabupaten Kebumen terkenal dengan guyub rukunnya dan gotong royong untuk saling membantu antar sesame. Dengan begitu tentunya segala permasalahan pasti akan cepat terselesaikan.

 

“Saya yakin, masyarakat Kabupaten Kebumen memiliki jiwa sosial yang tinggi dan keguyub rukunanya. Untuk itu segala permasalahan pasti bisa segera tertangani dengan baik. Tentunya harus dilakukan secara bersama sama dan kompak,’’ujarnya.

 

FOTO ARIF SEDANG MELIHAT KONDISI MBAH SATINAH SEDANG BERISTIRAHAT DI RUMAH TETANGGA

Kepada netizen, H. Arif menyampaikan terima kasih karna telah menginformasikan kondisi nenek Satinah. Menurutnya, peran media informasi saat ini sangat penting guna mendukung pembangunan di Kebumen. Apalagi menyangkut kesenjangan sosial yang harus di perhatikan pemerintah agar bisa lebih mencakup hingga kalangan bawah.

 

“Adanya informasi ini tentunya sangat membantu, untuk itu  Kami ucapkan terimakasih kepada para netizen. Semoga ini bisa menjadi bahan masukan agar kedepan pembangunan bisa lebih merata,”ucap H. Arif.

 

FOTO H. ARIF SEDANG MENINJAU PEMBUATAN EMPING

Selain tilik Mbah Satinah, dalam kesempatan itu H. Arif juga menyempatkan bersambang ke pembuatan Emping Melinjo yang merupakan makanan khas Kebumen. Bahkan, H. Arif pun juga tak segan segan membaur dengan warga turut membantu membuat emping melinjo tersebut. Mulai dari menyangrai biji melinjo dan menumbuknya hingga menjadi emping.

 

Disampaikan Arif, bahwa produk usaha mikro atau UMKM seperti yang ada di desa Bocor ini perlu adanya perhatian dari pemerintah agar bisa lebih berkembang. Dengan begitu secara otomatis penghasilan warga akan meningkat dan jadi sejahtera.

 

” Ini adalah Usaha masyarakat di selatan kebumen dan masih sederhana dengan menggunakan kayu bakar. Untuk itu diperlukan kehadiran pemerintah agar kedepan bisa lebih meingkat,,” pungkas H. Arif. (K24/IMAM)

 

TONTON VIDEONYA : 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.