KARANGANYAR, Kebumen24.com – Sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen raya yang melimpah, Pemerintah Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kebumen menggelar acara Sedekah Bumi atau “baritan” ( bar ngarit” selesai panen). Kegiatan dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dan dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.
Tradisi rutin tahunan ini berlangsung di Balai Pertemuan Dusun Bodeh Minggu 11 Oktober 2020. Dalam acara tersebut, pementasan wayang kulit yang biasanya digelar siang dan malam, namun tahun ini gelaran wayang kulit hanya di laksankan pada siang hari. Hal itu mengingat maraknya wabah virus covid-19.
Kepala Desa Grenggeng Eri Listiawan mangatakan, bagi seluruh warga yang hadir diwajibkan menggunakan masker, wajib mencuci tangan, menjaga jarak, bahkan yang diperbolehkan menyaksikan pertunjukan wayang tersebut hanya warga sekitar saja. Disisi lain para petugas juga berjaga secara ketat di setiap pintu masuk untuk memastikan warga yang datang benar benar mengikuti peraturan protokol kesehatan.
‘’ Semua warga yang datang wajib mematuhi protokol kesehatan,’’ucapnya.

Dijelaskan Eri, bahwa sejatinya tradisi Baritan ini dilaksanakan setiap usai panen raya musim tanam 2 (mt2) selesai. Namun, karena adanya pandemi dan adanya larangan menyelenggarakan hiburan kegiatan tersebut pelaksanaanya terpaksa mundur dari waktu biasanya. Terlebih setelah bupati memperbolahkan, pihak pemerintah desa pun akhirnya menyelenggarakan tradisi tahunan tersebut dengan protokol covid-19.
‘’ Harusnya kita lakukan pas setelah panen, tapi karna kemarin ada pengetatan dari pemerintah kita mundurkan jawadlnya. Tentunya sebelum menggelar acara ini, kami juga telah berkoordinasi dengan gugus tugas dan wajib menerapkan protokol kesehatan.’’imbuhnya.
Diakuinya, untuk hasil panen pada mt 2 tahun ini cukup baik. Menurutnya dari 26 kecamatan di kabupaten kebumen, wilayah Kecamatan Karanganyar terbilang mendapatkan hasil panen yang paling baik. Dimana Desa Grenggeng merupakan desa dengan lahan pertanian terluas di Kecamatan Karanganyar.
‘’ Untuk itu kamis merasa bersyukur dan bisa kembali menyelenggarakan wayang kulit yang memang merupakan sebuah tradisi tahunan di desa kami,’’pungkasnya.(K24/ARTA).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















