Kesehatan

Covid 19 Mulai Masuk Pesantren, RMI NU Kebumen Imbau Pesantren Bentuk Tim Jogo Santri

1970
×

Covid 19 Mulai Masuk Pesantren, RMI NU Kebumen Imbau Pesantren Bentuk Tim Jogo Santri

Sebarkan artikel ini
FOTO KETUA RMI NU KEBUMEN

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kasus covid 19 di Kabupaten Kebumen kian hari semakin bertambah. Bahkan, terbaru kasus terkonfirmasi virus dari cina ini adalah dari kalangan santri yang tinggal di pondok pesantren.

 

Adanya hal tersebut, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Kebumen, Gus Fachruddin Achmad Nawawi mengaku prihatin atas adanya klaster baru di ponpes tersebut. Untuk itu Pihaknya mengimbau kepada seluruh pesantren untuk membentuk tim Jogo Santri. Tim ini bertujuan untuk mengontrol keadaan para santri di masa pandemi Covid-19.

 

“Kami mengimbau agar pesantren tetap menerapkan protokol kesehatan serta membentuk tim Jogo Santri yang selalu siap mengontrol keadaan para santri di pondok,” ujar Gus Fahru

 

Selain itu, Tim ini juga untuk mengontrol penerapan prototokol kesehatan santri, seperti menjaga jarak, pakai masker, dan selalu mencuci tangan dengan sabun.

 

“Mari saling menjaga ,melindungi diri sendiri dan orang lain dengan cara menerapkan 3M, yakni memakai Masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan dengan sabun,” ucap Pengausuh Pondok Pesantren Al-Hasani Alian Kebumen itu.

 

Lebih jauh Gus Fachru juga mengajak kepade seluruh masyarakat agar tidak boleh abai terhadap protokol kesehatan. Lebih khusus kepada pesantren. Mengingat kehidupannya bersifat komunal maka harus betul-betul disadari bersama bahwa bahaya covid jika sampai 1 orang suspect/tertular, maka akan cepat menyebar ke yang lainnya.

 

‘’ Untuk itu penting bagi kiai dan ustad serta para  santri menggunakan masker guna saling melindungi dan menjaga. Selain itu, pesantren perlu menerapkan SOP covid di lingkup pesantren. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,”tegasnya.

 

Menurutnya, ponpes harusnya bisa lebih sigap karena punya dasar religiusitas yang tinggi. Selain itu, aplikasi dari prinsip “thaharah” kebersihan sebagian dari iman bisa diterapkan dan hal tersebut semestinya dipraktekkan di pesantren sehingga menjadi budaya.(K24/THR)

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com