KARANGANYAR, Kebumen24.com – Minimnya ketersediaan air pada masa tanam kedua (MT 2), membuat hasil panen padi para petani di Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen tahun ini turun hingga 50 persen dari hasil panen sebelumnya. Dimana,jJika biasanya dalam satu hektar sawah bisa menghasilkan 7 ton gabah, namun untuk musim panen kali ini hanya 3,5 ton gabah.
Hal itu dikatakan Ketua Kelompok Tani Margo Raharjo Kelurahan Jatiluhur, Sehat Mukiyono (45), saat ditemui pada Selasa 01 September 2020. Menurutnya, musim tanam kali ini juga mengalami kemunduran, jika pada tahun lalu MT 2 jatuh di bulan April, namun untuk tahun ini MT 2 kali ini mundur 2 bulan, yaitu dimulai pada bulan Juni, sehingga saudah memasuki musim kemarau.
Sebelumnya, para petani telah melakukan berbagai upaya untuk mengairi sawah mereka secara swadaya dan gotong royong dengean menyedot air dari sungai dengan menyewa pompa air. Kendati begitu, upaya tersebut ternyata tidak bisa maksimal dan sawah pun tidak dapat terairi semua sehingga tanaman padi pun kekurangan air dalam pertumbuhannya.
“Sebelumnya kami secara swadaya telah mengupayakan untuk mengairi persawahan dengan cara menyedot air dari sungai dengan pompa air, namun tetap tidak bisa maksimal terairi semua,’’katanya.
Meski mengalami penurunan, dirinya tetap bersyukur karena masih bisa tetap panen. (K24/Arta)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















