SADANG, Kebumen24.com – Nasib Kurang Beruntung dialami seorang guru GTT bernama YS (26) warga Desa Sadang Wetan, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen lantaran menderita penyakit aneurisme. Sedihnya lagi, penyakit yang dideritanya sejak tahun 2019 itu hingga kini belum mendapat penanganan seutuhnya dari pihak medis dikarnakan keterbatasanya biaya.
Prihatin dengan kondisi tersebut, hingga kini sesama rekan guru melakukan penggalangan dana di jejaring media sosial untuk pembiayaan pengobatan YS.
Samin (50) ibunda YS mengatakan, sakit anaknya yang bekerja di SMP Negeri 1 Sadang sebagai guru GTT bahasa inggris sejak 2019 itu barwal dari sakit migraine. Untuk menyembuhkan rasa sakit YS sering meminum obat yang beli diwarung dengan merek tertentu, lama kelamaan sakit yang dideritanya sering terasa dan berobat ke Puskesmas Sadang tidak ada perubahan.
‘’ Setelah itu menurut keterangan medis pembuluh darah anak saya membengkak, lalu mencoba mengobati ke RSUD Sudirman Kebumen dan ke ahli syaraf, namun masih sering mengeluh matanya sakit.,’’ungkap Ibu YS, Minggu 23 Agustus 2020.
Saat ditanyakan kenapa tidak segera di oprasi, Samin menjawab tidak mampu karna untuk biaya operasi YS butuh sekitar Rp 300 juta dan jika mengandalkan Gaji bulanan sebesar 500 ribu perbulan.
“Untuk biaya operasi di RS Sardjito Yogyakarta sebesar Rp 300jt, sementara kita nggak ada biaya”ujarnya.
Untuk itu, Dirinya sangat berharap bantuan dari pemerintah, agar penyakit anaknya itu bisa segera di sembuhkan. (K24/RLS).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















