KEBUMEN, Kebumen24.com – Banyaknya keluhan dari masyarakat Kebumen mengenai bantuan sosial dari pemerintah yang belum sepenuhnya tidak tepat sasaran menjadi hal penting bagi pemerintah Kabupaten untuk segera mengambil tindakan secara tepat. Salah satunya dengan cara melakukan Verifikasi dan Validasi data kembali.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto saat memimpin Rapat Koordinasi Verifikasi dan Validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), di Gedung F Kompleks Setda Kabupaten Kebumen, Kamis 13 Agustus 2020.
‘’Setelah kita cek banyak masyarakat miskin yang tidak terdata dan justru yang tidak miskin malah masuk dalam data, untuk itu kita akan cek ulang satu pesatu,’’tegas Wabup.

Wakil Bupati mengatakan, bahwa dari DTKS yang ada tercatat sebanyak 638.000 masyarakat Kabupaten Kebumen yang dikategorikan miskin. Namun, berdasarkan sinkronisasi data dengan Disdukcapil Kebumen, ditemukan 84.019 warga yang datanya invalid dan harus dihilangkan atau dilakukan verval ulang.
“Kita sudah koordinasi dengan kominfo dan sinkronisasi dengan Disdukcapil, ternyata ada 84.019 data harus dihilangkan serta dilakukan verval ulang,” ungkap Arif Sugiyanto.
Lebih lanjut Wabup menyampaikan, untuk saat ini data yang harus dilakukan verval ulang adalah sekitar 160.000 data atau sekitar24,67%. Meski begitu, pembetulan data tersebut tetap akan dilakukan secara menyeluruh agar nantinya tidak ada temuan data yang salah.
“Seluruhnya akan kita cek seberapa banyak warga yang miskin ataupun terkena dampak covid-9 agar nanti dapat dimasukkan dalam data DTKS,”imbuhnya.
Kedepan Wakil Bupati berharap, di tahun 2021 seluruh data DTKS di Kabupaten Kebumen bisa sesuai dengan kondisi dilapangan.
“Diharakan pada tahun depan, data DTKS kita sudah betul-betul valid,”pungkas Wabup.
Sementara itu dalam rapat tersebut juga dihadiri oleh Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiyono, Asisten 1, Dinsos PPKB, Disdukcapil, Diskominfo, dan camat se Kabupaten Kebumen.(K24/IMAM/ZETTY PKL).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















