AMBAL, Kebumen24.com – Nasib kurang mengenakkan dialami Rutikah dimasa senjanya. Perempuan berusia 80 tahun itu kini hidup sebatang kara dengan kondisi rumah yang cukup memprihatinkan. Rumah satu petak ukuran 4 x 5 meter itu masih beralaskan tanah dan berdinding seng bekas.
Rumahnya di Desa Kradenan Kecamatan Ambal pun nampak berantakan. Tirai kain kusam sebagai pembatas tempat tidur dengan tungku kayu bakar yang menjadi dapur rumahnya. Perabot rumah pun tidak dimiliki lengkap seperti layaknya rumah pada umumnya. Untuk keperluan mandi dan kakus, ia masih menumpang pada tetangganya.
Masuk ke dalam rumah, suasana gelap langsunh terasa lantaran minimnya pencahayaan dari lampu. Seringkali pencahayaan rumah dibantu oleh sinar matahari yang masuk lewat celah-celah dinding rumah. Penglihatan nenek Rutikah pun bermasalah sehingga ia harus meniti tali yang dipasang untuk berpindah tempat.
Warga Dukuh Krajan Desa Kradenan RT 03 RW 02 itu mengaku sudah 30 tahun tinggal di rumah. Dengan menggunakan bahasa Jawa, ia bercerita dengan bahwa suami dan anak semata wayangnya sudah lama meninggal. Sejak kepergian kedua orang terkasihnya, ia kini menempati rumah sebatang kara.
“Bojo karo anakku wis sui ninggal, aku manggon nang kene dewek. (Suami dan anakku sudah lama meninggal, aku tinggal disini sendiri),”tuturnya lirih ketika mendapatkan kesempatan kunjungan Sedulur Kebumen.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan bantuan pemerintah dan tetangganya. Namun malang, ia pernah kehilangan uang bantuan dari BLT-DD yang diterimanya sebanyak 2 kali dan hasil penjualan beras sejumlah total Rp 1,3 juta. Praktis, kini iba tetangga yang membantunya untuk bertahan hidup.
“Kadang masak dewek, sering dikei tanggane. (Terkadang memasak sendiri, seringkali diberi oleh tetangga),” ucapnya.

Kapolres Kebumen AKBP Rudi Cahya Kurniawan yang juga turut berkunjung ke rumah nenek Rutikah menyampaikan kegiatan bedah rumah dari Sedulur Kebumen merupakan sebuah inovasi empati yang perlu didukung oleh semua element masyarakat TNI POLRI dan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Yang bertujuan tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni lagi di Kebumen.
“Untuk biaya kita sengkuyung bersama agar kehidupan nenek ratikah menjadi layak dan bersih, dan kita dukung sepenuhnya dan kita buat tempat yang layak dan ini kerjasama dari Pemerintah, TNI, POLRI dan Masyarakat,” ujar Kapolres.
Hal senada juga disampaikan oleh Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara yang juga menyampaikan mendukung kegiatan bedah rumah dari Sedulur Kebumen, yang merupakan kegiatan kemanusiaan saling bahu membahu untuk menolong sesama yang membutuhkan.
“ Kegiatan Komunitas Sedulur Kebumen ini merupakan hal yang sangat baik sekali untuk kemanuasiaan, agar saling senasib sepenanggungan khususnya kepada orang tua yang tidak bisa lagi hidup mandiri,” ungkap Dandim.
Sementara itu Koordinator Aksi Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan menjelaskan kegiatan bedah rumah ini merupakan yang ke 24 dari sedulur Kebumen. Dan nantinya dalam pembangunan rumah nenek Rutikah pendanaannya akan di sengkuyung bersama sama oleh anggota, agar rumah nenek tersebut menjadi layak huni. Pihaknya juga mengharapkan agar program ini bisa berjalan terus dan memihon dukungan dan doa dari semua kalangan, Instansi dan Forkopimda.
“Kita dari sedulur kebumen sukarela untuk membantu, dan pasti banyak ada sisa juga anggaran dari bedah ruamah yang ke 23 sejumlah 15 juta dan itu bisa dialihkan untuk memperbaiki rumah nenek Ratikah, dan harapannya rumah di Kebumen tidak ada yang jelek jelek,” ucap Sugeng.(K-24/IMAM)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















