KesehatanPendidikan

Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa SMK Mutiara Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

2144
×

Hari Pertama Masuk Sekolah, Siswa SMK Mutiara Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Sebarkan artikel ini
FOTO SISWA SMK MUTIARA SEDANG MENGECEK SUHU BADAN

ALIAN, Kebumen24.com – Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 di era tatanan hidup baru, banyak sekali perubahan yang harus dihadapi para siswa dan para pengajar. Salah satunya para guru dan siswa diwajibkan mematuhi protokol kesehatan agar tidak tertular virus corona.

 

Seperti di hari pertama masuk sekolah Siswa SMK Mutiara Alian Kebumen, Senin, 13 Juli 2020. Pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) para siswa wajib mengikuti protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dan menggunakan masker sebelum masuk kedalam kelas. Hingga physical distancing.

 

Adapun kegiatan MPLS kali ini, para siswa diajak untuk mengenal sejarah, pondok, guru, dan lainnya yang berkaitan dengan sekolah.

 

FOTO KEGIATAN MPLS SMK MUTIARA ALIAN KEBUMEN

Wakil Kepala Kesiswaan yang juga guru bahasa inggris Wisnu Adi Nugroho mengatakan,  mengantisipasi adanya penyebaran virus corona di lingkungan sekolah, pengecekan para siswa di perketat dan harus mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. hal itu mengingat kasus pasien postif covid 19 di Kebumen kembali bertambah.

 

Selain itu, untuk proses pembelajaran nantinya juga akan dilakukan secara daring atau online. Sedangkan untuk praktek kerja, para siswa juga dibatasi maksimal 10 orang.

 

‘’Untuk pengurangan jam itu juga tetep ada, biasanya 1 jam pelajaran 45 menit sekarang hanya 30 menit,’’ungkapnya.

 

FOTO SISWA MENCUCI TANGAN

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Hasani Gus Fachrudin Achmad Nawawi menyampaikan, penerapan protokol kesehatan ini dilakukan untuk memerangi covid 19 dan sekaligus sebagai bentuk ikhtiar bersama agar terhindar dari paparan covid 19. Bagi para siswa yang tidak mengindahkan maka akan dikenakan sanksi tegas, yaitu pendisiplinan.

 

Terlebih sebelumnya, pondok pesantren Alhasani telah dikukukan menjadi Ponpes Tangguh Siaga Candi pencegahan Covid 19. Dengan begitu maka secara otomatis akan menjadi percontohan bagi sekolah khusunya yang berbasis pondok pesantren. Gus Fachru berharap, pendisiplinan protokol kesehatan ini nantinya bisa terus diikuti siswa sehingga proses kegiatan belajar maupun mengajar dapat berjalan lancar.

 

‘’ Semoga para siswa dapat mengikutinya aturan ini,’’ujarnya. (K24/IMAM/ZETTY PKL).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com