EkonomiPendidikanReligi

Ditangan Terampil Santri, Telur Asin di Sulap Jadi Makanan Kerupuk

2598
×

Ditangan Terampil Santri, Telur Asin di Sulap Jadi Makanan Kerupuk

Sebarkan artikel ini
FOTO SANTRI FAJIM SEDANG MENUNJUKAN KERUPUK BUATANYA

ALIAN, Kebumen 24.com – Bagi sebagian masyarakat mungkin sudah tidak asing dengan makanan bernama Telur Asin. Namun bagaimana jika telur asin di olah menjadi makanan kerupuk.

 

Seperti hal nya ditangan terampil Muhammad Zainal Arifin (23), yang merupakan salah satu santri FAJIM (Forum Anak Jalanan Isnyaf, Mengaji) Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen. Telur asin di sulap menjadi kerupuk dengan beraneka rasa. Mulai dari yang regrasa pedas hingga balado.

 

Santri yang akrab disapa Zainal ini mengatakan, ide awal membuat kerupuk berbahan telur asin ini didapat dari salah seorang temanya saat melakukan kegiatan KKN di Kabupaten Brebes. Dari situ, kemudian Ia berinisiatif untuk membuatnya. Setelah dirasa cukup berhasil, Zainal pun mulai mencoba memasarkan kerupuk telur asin tersebut. Alhasil, Produk bernama “Kerupuk Telur Asin FAJIM” itu kini mulai banyak diminati masyarakat.

 

‘’ Awalnya dapat cerita dari teman saya yang lagi KKN, katanya di daerah Brebes sempat membuat kerupuk berbahan bahu telur asin, kemudian saya tertarik untuk belajar dan membuatnya. Dan alhamdulilah sekarang sudah mulai diminati banyak konsumen,’ujar Zaenal, Senin 13 Juli 2020.

 

FOTO ZAINAL SEDANG MENGOLAH ADONAN KERUPUK

Dijelaskanya, bahwa Kerupuk Telor Asin tidak sama seperti kerupuk lainya. Kerupuk Telor Asin memang benar-benar perpaduan yang klop antara bahan tepung dan telor asin. Yang membedakan kerupuk telor asin itu kuning telornya tetap terpisah. Sedangkan untuk proses pembuatannya pun tidak terlampau sulit. Cukup dengan olahan tepung tapioka, terigu, telor asin dan bumbu diadon menjadi bulatan kerupuk mentah. Setelah dikukus dan dingin kerupuk diris tipis untuk dijemur selam kurang lebih dua hari.

 

Setelah proses penjemuran kering, baru di goreng dan kemudian dikemas dalam bungkus yang menarik. Adapun untuk Harga perbungkusnya, terbilang cukup murah. Yakni Rp 6000 setiap isi 50 gram nya. Sementara untuk pemasarannya sendiri banyak melalui online.

 

“Pemasarannya melalui online juga ,kadang ada juga yang datang kesini minta jadi reseller,” jelas Zainal.

 

Dirinya menambahkan, usaha yang baru di rintis sejak satu bulan ini dilakukan untuk melatih kreatifitas dan kemandirianya sebagai seorang santri. Terlebih dirinya merupakan salah seorang santri yang pernah memiliki masa lalu kelam. Zainal berharap, selama mengaji di pondok pesantren, dirinya bisa mendiri dan tidak bergantung pada orang tua.

 

“Intinya saya ingin bisa mandiri dan tidak merepotkan orang tua,’imbuhnya. (K24/THR/ZETTY PKL)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com