EkonomiPemerintahan

Sempat Tertunda, Pembangunan RMU di Kutowinangun Segera Dilanjutkan

2731
×

Sempat Tertunda, Pembangunan RMU di Kutowinangun Segera Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini
FOTO KEGIATAN WAKIL BUPATI

KUTOWINANGUN, Kebumen24.com-  Pembangunan Sentra Pengolahan Beras Terpadu atau Rice Milling Unit bantuan dari Bank Mandiri dan PT Pertamina kembali akan segera dilanjutkan. Sebelumnya, proses pembanguan sudah dimulai dengan ditandai pelatakan batu pertama oleh Mentri BUMN Rini Sumarno pada beberapa bulan lalu. Namun, karna adanya wabah Covid 19, maka proses pembangunan RMU tersebut seharusnya sudah bisa lakukan pada awal tahun 2020 jadi tertunda.

 

Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto disela sela peninjauan lokasi bangunan di Desa Kaliputih Kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen, bersama Government Projek Bank Mandiri pusat Sugiharto, Senin 15 Juni 2020.

 

Dijelaskanya, bahwa pembangunan RMU dilahan seluas 4 hektar ini ditargetkan sudah mulai pada akhir tahun ini sudah bisa beroperasi. Dengan begitu diharapkan dapat mensejahterakan para Petani Gapoktan atau Gabungan Kelompok Tani dan juga warga Desa Kaliputih serta bisa dijadikan roul model bisnis pertanian di Kebumen.

 

” Tujuannya utamanya mensejahteraan para petani di Kebumen,”ujar Wabup.

 

FOTO KEGIATAN WAKIL BUPATI BERSAMA BANK MANDIRI

Adapun dalam pengelolaannya selama 20 tahun, nantinya akan dilakukan secara bersama oleh BUMDES  yang ada di Kecamatan Kutowinangun. Setelah itu baru akan diserahkan kepada pemerintah Desa Kaliputih untuk mengelelohnya. Selanjutnya masyarakat setempat juga akan diberikan pelatihan bagi tenaga pengelola RMU oleh Bank Mandiri dengan mendatangkan para tenaga ahli.

 

” Pelatihan akan dilakukan oleh Bank Mandiri dengan para tenaga ahli tentang bagaimana cara menanam padinya hingga panen. Bahkan apabila diperlukan pupuknya maka BUMN akan bekerjasama dengan PT pupuk Indonesia,” imbuh Wabup.

 

Sementara itu Ketua Government Projek Bank Mandiri Sugiharto menyampaikan Rice Milling Unit tersebut memiliki kapasitas produksi 3 ton beras per jam. Adapun proses pembangunan hanya tinggal menunggu proses tender saja dan ditargetkan proses pembangunan bisa selesai pada akhir tahun 2020 ini.

 

” Secara internal dan administrasi semuanya sudah selesai, dan untuk kapasitas produksi 3 Ton per jamnya,’’kata Sugiharto.(K-24/IMAM)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.