KEBUMEN, Kebumen24.com- Pemkab Kebumen telah menyiapkan berbagai skenario dalam menyambut awal masuk sekolah. Salah satunya dengan pengadaan masker sebanyak 150 ribu lembar untuk dibagikan kepada siswa maupun guru.
Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyampaikan, meski seluruh guru dan siswa di Kebumen masih menunggu keputusan tentang aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah. Maskerisasi dinilai penting mengingat masker cukup efektif menangkal penyebaran Covid-19.
“Orang tua, guru dan anak saya yakin rindu dengan berseragam untuk berangkat sekolah. Maka sudah kami siapkan untuk pengadaan maske, nantinya bisa dibagikan ke sekolah,” ucapnya, saat Sosialisasi Menyambut New Normal Dunia Pendidikan Kebumen di Aula Dinas Pendidikan Kebumen, Selasa, 16 Juni 2020.

Menurut Arif, kewaspadaan bagi anak dan tenaga pendidik merupakan prioritas utama. Untuk itu sembari menunggu keputusan mengawali aktifitas di dunia pendidikan, ia meminta agar Dinas Pendidikan Kebumen memperhatikan sarana dan prasarana pendukung.
“Penggunaan masker, cuci tangan dan penyemprotan disinfektan juga hukumnya wajib. Harus ada tempat cuci tangan di depan kelas. Kita harus menyiapkan infrastrukturnya dulu untuk menekan penyebaran Covid-19,” tandasnya,.
Kabid Pemberdayaan Pembangunan Manusia Bappeda Kebumen, Azida Nurul Hayya mengatakan, pengadaan maskerisasi akan disesuaikan menurut kelas serta jenjang pendidikan agar fungsi pemakaian masker dapat optimal.
“Maskerisasi untuk anak-anak, insyaallah pengadaan kita bedakan antara anak kelas 1-3 dan 4-6 SD dan SMP itu berbeda sesuai ukuran,” terangnya.
Disebutkan, jumlah 150 ribu masker itu dibagikan untuk siswa kelas SD 1-3 sebanyak 50 ribu lembar, kelas 4-6 SD ada 25 ribu lembar, sedangkan kelas 7-9 SMP sebanyak 25 ribu lembar. Sementara selebihnya akan dibagikan kepada penyandang disabilitas serta masyarakat umum.
Pada kesempatan sama, Kepala Disdik Kebumen Moh Amirudin menuturkan, mengacu regulasi yang ada, bagi sekolah dibawah naungan Disdik Kebumen telah diberi keleluasaan pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk dibelanjakan kebutuhan sarana dan prasarana yang mendesak guna menangkal penyebaran Covid-19 seiring masa aktif sekolah.
“Bisa juga dibelanjakan ember atau galon yang ada kran untuk tempat cuci tangan. Walaupun secara estetika kurang tapi intinya sama karena dalam kondisi serba terbatas dan mendesak,” jelasnya. (K24/Hfd)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















