KEBUMEN, Kebumen24.com – Kehidupan new normal menjadi kenyataan serius yang harus disikapi dengan kehati-hatian. Karena kehidupan baru yang dianggap lazim tersebut tidak semuanya bisa beradaptasi dengan cepat. Salah satunya adalah pesantren.
Hal itu di sampaikan Ketua RMI PCNU Kabupaten Kebumen Gus Fachrudin Achmad NW, saat mengikuti kegiatan rapat koordinasi yang di selenggarakan oleh PCNU Kab Kebumen, di RM Sop Ari Kebumen, Senin 8 Juni 2020.
‘’ Kehidupan pesantren kan berbeda dengan kehidupan umumnya, yakni bersifat komunal atau dengan bahasa sederhana umpel umpelan. Dalam satu kamar saja bisa diisi oleh 30 an santri bahkan lebih,’’ujar Gus Fachrudin yang juga Ketua FSI Cabang Kebumen itu.

Lebih jauh menurut Gus Fachrudin pondok pesantren juga belum memiliki infrastruktur kesehatan yang memadai. Hal tersebut tentu menjadi kekawatiran jika new normal berjalan tanpa ada perhatian konkrit dari pemerintah. Oleh sebab itu pemerintah harus melihat ini sebagai kekhususan yang harus diperhatikan dengan serius.
‘’ Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah untuk permasalahan ini, minimal bisa memfasilitasi untuk peralatan protokol kesehatan yang akan diterapkan di pesantren,’’ucap Pengasuh Pondok Pesantren Alhasani Alian itu.
Terlebih dikatakan Gus Fachru, sebentar lagi para santri akan kembali masuk ke pondok. Jika harus memenuhi persyaratan standar kesehatan dalam penanganan Covid-19, maka harus dilengkapin dengan Surat Kesehatan dari Rumah Sakit. Hal, itu tentu sangat menyulitkan santri karna beberapa sebab, salah satunya keterbatasan biaya.
“Insya Alloh Mulai bulan Juli Santri kembali Ke Pondok, jika santri harus membawa surat keterangan sehat, kami rasa ini akan menyulitkan mereka, karena biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit, sedangkan rata rata latar belakng santri dari kalangan kurang mampu,’’Imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang kesehatan masyarakat Dinkes Kebumen Tri Tunggal Eko Sapto menyampaikan, bahwa Pemerintah sejauh ini sangat proaktif terhadap situasi yang ada dalam Pondok Pesantren. Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Tim gugus covid 19 Kebumen mengenai permintaan pihak pesantren tersebut.
“Kami akan berusaha berkoordinasi lebih lanjut dengan Gugus Tugas Covid-19 terkait keinginan dari Pondok Pesantren,’’ucap Eko.
Pada kesempatan itu, Ketua PCNU Kebumen KH Dawanudin Masdar dalam arahannya menyampaikan pentingnya koordinasi antara pihak pemerintah dengan pesantren dan Sekolah atau Madrasah di lingkungan NU. Dengan begitu diharapkan penerapan new noomal di pesantren akan berjalan dengan baik.
“Kita perlu koordinasi agar pesantren dan lembaga pendidikan NU lainnya dapat segera beraktivitas,’’ujar KH Dawamudin.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto, Ketua IDI Kab Kebumen dr. Andika dan Pihak BPBPD Kebumen.(K24/THR)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















