RamadhanReligi

Demi Masuk Islam, Pria ini Rela Tinggalkan Harta dan Keluarganya

2988
×

Demi Masuk Islam, Pria ini Rela Tinggalkan Harta dan Keluarganya

Sebarkan artikel ini
Foto Ibnu Mas'ud

ALIAN, Kebumen24.com – Bagi warga di sekitar Masjid Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian mungkin tidak asing dengan seorang Muadzin yang satu ini. Setiap tiba waktu sholat, Ia selalu rajin datang ke masjid memukul bedug kemudian mengkumandangkan seruan Adzan.

 

Namun siapa sangka, jika muadzin tersebut adalah seorang Mualaf yang dulu beragama Kristen dan kini menjadi seorang muslim yang taat dan santun serta rajin beribadah. Adalah Ibnu Mas’ud namanya. Sebelum masuk Islam, Pria berusia 54 tahun ini memiliki nama Abraham Agus Setiono dan mendapat hidayah pada sekitar tahun 2000 lalu.

 

Ibnu Mas’ud menceritakan, awal dirinya masuk islam semata mata bukanlah karna ada unsur paksaan dan ajakan dari teman maupun yang lainya, melainkan benar benar muncul dari keihklasan hatinya sendiri. Hidayah itu datang pada suatu malam saat Ia melihat bintang di langit berjalan tak lazim. Jutaan bintang yang biasanya bergerak tak beraturan, malam itu bersaf rapi. Ajaibnya, kerumunan bintang yang berjalan itu membentuk lafaz Allah dengan huruf Arab. Cahaya bintang berbentuk lafaz Allah itu bukan hanya menghiasi angkasa, namun juga menembus relung hatinya. Hingga ia sadar dan mengimani Islam.

 

“Saat itu saya melihat bintang membentuk lafaz Allah berjalan di langit, kumudian secara sepontanitas saya ingin masuk islam” katanya, Rabu 13 Mei 2020.

 

Foto Ibnu Mas’ud Sedang Mebersihkan Makan

Dengan pertimbangan matang, Agus memutuskan memeluk agama Islam. Ia menjadi mualaf di bawah bimbingan KH Idris Marzuki, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Keputusan untuk pindah agama tentu bukan hal mudah baginya. Keputusannya sempat ditentang keluarga maupun teman-temannya. Sampai ia menuai teror dari pihak yang menentang keputusannya itu.

 

Meski begitu, keyakinan Ibnu sudah bulat dan siap menghadapi risiko apapun untuk mempertahankan imanya itu. Menurutnya, hidayah itu adalah anugerah terbesar dalam hidupnya. Untuk itu dirinya rela meninggalkan karir yang susah payah dia raih. Bahkan, demi masuk islam, dirinya juga terpaksa menalak istri dan meninggalkan anak tercintanya lantaran sudah berbeda keyakinan dengannya.

 

Kini, Dirinya pun harus memulai lembaran hidup baru karena dunia tak lagi di genggamannya. Ibnu Mas’ud juga enggan berambisi merebut dunia yang pernah diraihnya. Di sisa umurnya yang menua, Ia hanya ingin mengabdikan diri untuk agama barunya hingga akhir nanti.

 

‘’ Demi masuk Islam, semua harta dan keluarga saya tinggalkan semua. Sekarang saya memulai hidup lembaran baru,’’imbuhnya.

 

Foto : , Pengasuh Ponpes Al Hasani Gus Asyhari Muhammad Alhasani

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Hasani Gus Asyhari Muhammad Alhasani atau akrab disapa Gus Hari mengatakan, pindahnya Ibnu Mas’ud ke Kebumen dikarnakan amanat yang diberikan KH Idris untuk membimbing Ibnu Masngud agar semakin teguh imannya. Kemudian Gus Hary mengajak Masngud pulang ke Kebumen Jawa Tengah pada sekitar Dua tahun lalu. Ia yang pergi tak berbekal apapun memutuskan mengabdi dan mendalami ilmu agama di pesantren Alhasani.

 

“Ia mulai dari nol. Ditinggalkan semua, harta, keluarga. Yang dibawa hanya baju,”kata Gus Hary.

 

Untuk keseharianya, Ibnu kini bertugas mengumandankan azan untuk memanggil warga agar mendirikan salat di masjid. Selain itu, dirinya juga rajin menyapu Masjid dan Halaman, serta Rutin membersihkan Makam umat Islam di lingkungan pesantren. Meski begitu, Ibnu cukup disegani masyarakat di lingkungan pesantren lantaran otalitasnya dalam ibadah membuat orang kagum hingga menaruh hormat padanya.

 

‘’ Setiap Harinya ia selalu rajin memberishkan masjid dan komplek makam,’’ucapnya.

 

Terkait metode pembelajaran selama Ibnu di Pesantren, Gus Hary menambahkan, meski dengan cara khusus, namun sejauh ini Ibnu bisa mengikutinya dengan baik dan lancar.

 

‘’ Untuk cara belajar mengajinya memang kita bedakan tapi sejauh ini ajaran yang kita beritan bisa ia terima dan bisa di jalankan dengan baik. Tentunya sesuai panduan agama yang kita amalkan sehari hari,’’jelanya.(K24/THR)

 

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.