RamadhanReligi

Berkah Ramadhan, Terharu Saat Mendengar Adzan, Napi Rutan Kelas II B Kebumen Langsung Masuk Islam

1690
×

Berkah Ramadhan, Terharu Saat Mendengar Adzan, Napi Rutan Kelas II B Kebumen Langsung Masuk Islam

Sebarkan artikel ini
Foto (Istimewa) : petugas Rutan dengan Amirta

KEBUMEN, Kebumen24.com- Bagi Amirta Yogaswara (31) seorang napi Rutan Kelas II B Kebumen, Ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Ia memilih menjadi mualaf memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai titik awal memulai perjalanan menjadi seorang muslim.

Pria warga Kecamatan Sempor ini mengaku terharu ketika adzan berkumandang, maka ia memutuskan untuk segera berpindah agama. Terlebih, keinginan kuat itu datang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

 

 “Pas ada suara adzan rasanya trenyuh, ya pengin ngikutin gitu. Menurut saya ini waktu yang tepat dan kesempatan terbaik, karena Ramadhan untuk muslim kan bulan istimewa,” kata dia, saat di temui Kebumen24, Kamis 14 Mei 2020.

 

Ia menjelaskan, memutuskan untuk berpindah agama tanpa dasar paksaan dari pihak manapun. Namun sebelumnya ia kerap berkomunikasi dengan saudara perempuan yang lebih dulu masuk islam.

 

“Sebelum masuk saya sebenarnya sudah kepingin. Mbak saya yang selalu mendorong dan keluarga saya memang sudah pada muslim,” terangnya.

 

Foto Amitra Sedang Sholat Di Masjid Rutan

Amirta juga mengaku pasca dirinya masuk islam segala perasaan serta menjalani aktifitas di dalam Rutan menjadi lebih tenang. Menurut dia, rekan sekamar yang beragama islam tampak memiliki persaudaraan kuat meski tidak ada hubungan darah.

 

“Ya bawaannya jadi lebih tenang dari sebelumnya dan banyak teman beribadah bareng walaupun masih belajar,” tambahnya.

 

Meski belum seutuhnya faham, namun demikian ia akan memanfaatkan Ramadhan ini untuk menggali tentang ajaran islam. Berbekal tekat kuat, kata Amirta, ia berharap kedepan dapat menata kembali dan memiliki tujuan hidup secara terarah.

 

“Teman sekamar kan banyak yang sudah tahu, kalau bingung tinggal tanya. Maih terus belajar, latihan puasa, tarawih dan ngaji Iqro kalau pagi karena belum bisa baca Alquran,” jelasnya.

 

Sementara, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Kebumen Ahmad Baihaqi menyampaikan, saat membaca kalimat syahadat sebagai tanda ikrar masuk islam. Amirta disaksikan langsung segenap petugas Rutan serta teman satu kamar.

 

 “Waktu itu awal puasa ya, saya langsung yang membimbing dan disaksikan juga oleh beberapa orang,” ucapnya.

 

Dikatakan Baihaqi, Amirta merupakan napi yang sedang menjalani masa tahanan atas kasus penganiayaan yang dilakukan beberapa waktu silam.

 

“Masuk rutan baru tiga bulan, jadi lebaran besok genap empat bulan,” tuturnya.

 

Meski suasana Ramadhan berlangsung seiring merebaknya Covid-19, ia berharap seluruh napi tetap melangsungkan berbagai keutamaan ibadah dalam memundi pahala.

 

“Ada jam khusus waktu pagi untuk belajar Alquran. Walau ada penerapan physical distancing kita tidak membatasi misal mau sholat tarawih dengan catatan satu kamar,” pungkasnya. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com