KEBUMEN, Kebumen24.com- Pemkab Kebumen memastikan tidak ada wacana penutupan pasar selama menghadapi masa pandemi Covid-19. Hal tersebut diungkapkan menyusul salah satu anggota keluarga penjual tempe di Pasar Pagi Tumenggungan dinyatakan positif terjangkit virus mematikan Covid-19.
“Pasar Tumenggungan Kebumen dipastikan tidak akan tutup. Belum ada wacana penutupan, kasihan penjual,” jelas Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin, 4 Mei 2020.
Lebih lanjut, salah satu pertimbangan tidak diberlakukan penutupan pasar mengingat pasar merupakan sentra perputaran ekonomi masyarakat. Namun begitu, pihaknya akan segera mengkaji efektifitas pencegahan penyebaran Covid-19 di sejumlah pasar khususnya Pasar Pagi Tumenggungan.
“Saya besok mau rapat bersama gugus tugas terkait pengaturan pasar pagi, Kita kaji kembali kalau memang sudah positif ini akan ada tindakan lain. Karena itu sentra ekonomi dampaknya jadi panjang juga,” terang dia saat memberikan informasi penambahan pasien Covid-19.
Didampingi sejumlah tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen, Yazid menjelaskan, mengenai perlakuan khusus yang akan diterapkan, kata Yazid, pihaknya bakal melakukan penataan ulang lapak para pedagang guna meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Penataan tata letak paling. Pedagang kita atur letaknya agar tidak saling berdesakan,” imbuhnya.
Sementara, selama ini dari tim gugus tugas maupun pihak lain telah melakukan berbagai upaya pencegahan baik melalui pembagian masker, sosialisasi serta memfasilitasi tempat cuci tangan di beberapa titik pintu masuk pasar.
“Kita telah bagikan masker kemudian ada penyediaan tempat cuci tangan. Kalau pengobatan kita maksimal,” jelasnya.
Ia menegaskan, kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tidak hanya terhenti dan berpaku pada pemerintah saja. Melainkan butuh peran serta dan kesadaran masyarakat untuk tetap memperhatikan anjuran pemerintah.
“Kesadaran masyarakat dan perilaku yang kami harapkan untuk mematuhi anjuran masyarakat. Silahkan untuk memeriksakan diri apabila suhu diatas 38 derajat, jadi kita gampang mengetahui,” tandas dia.
Diwaktu yang sama, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kebumen Kusbiyantoro menyampaikan, diketahui anggota keluarga penjual tempe yang sempat mengantar ibunya berjualan ke pasar merupakan warga Kecamatan Kebumen.
“Dia itu orang Kebumen, tapi punya riwayat mengantar ibunya ke pasar. Kita lacak kontak erat pendekatan survailance berapa lama kontak di Kebumen,” ungkapnya. (K24/Hfd)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















