KesehatanLingkungan HidupPemerintahanPERISTIWASOSIAL

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kebumen Kembalikan Bantuan Handsprayer dan Disinfektan

1112
×

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kebumen Kembalikan Bantuan Handsprayer dan Disinfektan

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kebumen secara tegas menolak bantuan yang diberikan oleh Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kebumen berupa handsprayer berikut dengan jerigen berisi disinfektan. Penolakan itu ditandai dengan pengembalian bantuan tersebut yang ditujukan kepada Ketua Gugus Tugas melalui BPBD Kebumen.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kebumen menilai, bantuan yang diserahkan secara simbolis pada Jumat (3/4) lalu merupakan bantuan yang salah alamat. Sebab, akan lebih bermanfaat apabila bantuan tersebut diserahkan kepada BPBD Kebumen maupun elemen masyarakat yang membutuhkan guna menanggulangi penyebaran wabah Covid-19.

“Kita tidak berbicara kepentingan politik ya, tapi berbicara kemanusiaan, kita turut prihatin melihat keadaan ditengah wabah corona. Kalau seperti ini jelas menyakiti hati rakyat,” tandas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kebumen Bambang Sutrisno, Senin, 6 April 2020.
 

Terlepas atas adanya usulan, ia menegaskan, bahwa jajaran Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kebumen tidak pernah meminta bahkan mendesak adanya bantuan tersebut.

“Kita tidak tahu menahu pemberian ini, tahu-tahu ada penyerahan bantuan. Kalau ada yang mengusulkan dan ini hasil rapat. PDIP sendiri tidak meminta dan tidak ikut rembugan. Kalaupun di ajak, PDIP akan melalukan penolakan,” jelasnya.

Justru selama ini, kata Bambang, keluarga besar PDI Perjuangan baik dalam struktural internal partai maupun anggota dewan telah bersama melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah daerah. Hal ini merupakan langkah kongkrit PDI Perjuangan sebagai wujud komitmen serius menangani Covid-19.

“Jauh sebelum ini dari Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kebumen sudah bergerak untuk mengatasi persoalan corona. Secara tidak langsung kita juga membantu Gugus Tugas,” imbuhnya.


Pada kesempatan itu, pengembalian sebanyak 12 unit handsprayer sekaligus disinfektan diterima langsung oleh perwakilan BPBD Kebumen di depan lobi gedung DPRD Kebumen, dimana sebelumnya penyerahan juga dilakukan di tempat yang sama.

“Jumlah yang diberikan 12 dan kita serahkan utuh kepada BPBD agar penggunaan tersalurkan dan dapat digunakan semua lapisan masyarakat,” ucapnya.

Salah satu anggota DPRD Kebumen dari Fraksi PDI Perjuangan, Tatag Sajoko menuturkan, dirinya sempat menolak bantuan yang diberikan langsung oleh Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kebumen.

 “Kemarin handsprayer itu diantar mau dimasukan ke mobil saya sama staf kantor DPRD, tapi saya tolak karena tidak merasa meminta. Endingnya ya kita kembalikan kepada yang lebih membutuhkan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Dwi Alhadi, anggota Komisi D DPRD Kebumen dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia mengaku terkejut ketika diberi informasi mengenai bantuan yang diberikan kepada dirinya.

“Saya waktu itu lagi di lapangan jelas kaget, sampai di kabari untuk mengambil sprayer karena memang saya tidak tahu,” ungkap Kepala Baguna DPC PDI Perjuangan Kebumen.

Saat ini, sebut Dwi, Baguna sebagai sayap partai berlambang banteng moncong putih terus gencar melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasiltas publik, permukiman warga, tempat ibadah serta lembaga pendidikan formal maupun informal. Bahkan, Baguna sendiri mengirimkan bantuan disinfektan bagi yang membutuhkan untuk nantinya dilakukan penyemprotan secara mandiri.

“Dari data yang masuk, sudah 500 lebih titik yang kita semprot. Sehari kita bisa droping 7000 liter disinfektan dengan 4 unit mobil pengangkut menggunakan tandon air,” sebutnya.

Sementara, Kabid 1 Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kebumen Elis Joko Widodo menyampaikan, alat handsparyer itu akan dimanfaatkan oleh relawan BPBD Kebumen dengan harapan dapat mempercepat pencegahan penyebaran Covid-19 di Kebumen.

‘’Dengan pengembalian akan kita manfaatkan ke tempat maupun daerah yang membutuhkan. Saat ini terdapat 25 kelompok relawan, setiap kelompok rata-rata diisi oleh 10-15 orang,” kata dia, saat menerima pengembalian bantuan handsprayer dan disinfektan. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.