KEBUMEN, Kebumen24.com- Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, tak lengkap rasanya jika belum berkunjung atau berziarah ke makam orang tua maupun sanak keluarga. Tradisi inilah yang berkembang ditengah masyarakat khususnya di Kebumen.
Namun seiring kebijakan pemerintah yang melarang para perantau untuk tidak pulang kampung. Tentunya fenomena ini berdampak bagi penjual kembang yang semestinya dapat menikmati keuntungan pada momentum ziarah menjelang Ramadhan.
Hal itu diungkapkan, Atun (65) seorang penjual kembang di Pasar Tumenggungan Kebumen. Ia mengaku hasil penjualan kembang memasuki bulan Ramadhan tahun ini yang dibarengi masa pandemi Covid-19 berbanding terbalik dengan Ramadhan sebelumnya.
“Mendekati puasa ada corona jauh lebih sedikit dari puasa kemarin, kalau kemarin bisa rame karena pada perantauan pulang beli kembang untuk nyekar ke makam,” ungkapnya, Rabu, 23 April 2020.
Wanita paruh baya itu menyebut, suasana keramaian pembeli biasanya dirasakan sejak sepekan sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Namun situasi seperti ini, ia harus bersabar menunggu pembeli sembari meracik ihwal kebutuhan ziarah.
“Ya begini, harus lebih priatin lagi. Semua merasakan dampaknya termasuk saya,” ucapnya.
Melihat penjualan kembang tidak bergairah seperti Ramadhan lalu. Ia memutuskan untuk tidak menyiapkan stok kembang secara lebih. Meski demikian, Atun yang meneruskan berjualan kembang secara turun temurun dari keluarganya, tidak berani menaikan harga jual.
“Dilihat dari pembeli kan berkurang, jadi tidak kulakan banyak. Harganya pun normal,” paparnya.
Lebih lanjut, kembang tabur untuk ziarah ia jual per keranjang seharga Rp 15 ribu. Namun begitu, ia juga menerima pembelian tidak menggunakan keranjang melainkan sesuai kebutuhan.
“Beli berapapun saya layani, yang penting terjual. Ada yang minta Rp 2 ribu pake plastik ya saya layani,” tutur dia.
Sementara, salah satu pembeli Rujiati (42) membeli sejumlah kembang untuk kebutuhan ziarah bersama keluarga besarnya. Ia mengaku berlangganan sejak lama kepada Atun setiap menjelang Ramadhan tiba.
“Jadi rencana kita se keluarga mau ziarah ke makam leluhur, karena agenda rutin pasti saya beli disini,” jelasnya. (K24/Hfd)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















