KEBUMEN, Kebumen24.com – Maraknya virus corona yang hingga kini masih menjadi ancaman dan kekawatiran masyarakat, ternyata juga berimbas pada menurunya jumlah penumpang Kereta Api. Seperti terpantau di stasiun Kebumen, hampir sejak beberapa minggu terAkhir selalu terlihat sepi tanpa adany penumpang.
Wakil Kepala Stasiun Eko Suryono, Senin 20 April 2020 mengatakan, sejak adanya himbauan pemerintah agar masyarakat tidak mudik ke kempaung halaman, hampir seluruh calon penumpang yang membatalkan perjalanannya. Terlebih saat ini di sebagian kota besar ada yang telah memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini sangat berdampak pada menurunya jumlah penumpang Kereta Api, baik yang turun maupun yang akan naik. Kendati begitu, pihaknya tetap mendukung kebijakan pemerintah tersebut.
‘’Penurunan sekitar 90 persen penurunanya, tapi bagi kami yang terpenting masyakat tetap harus mengikuti anjuran pemerintah sehingga virus corona ini bisa di cegah dan bisa segera teratasi,’’ungkapnya.
Dijelaskanya, bahwa PT KAI sendiri telah mengeluarkan kebijakan pembatalan perjalanan Kereta Api dan kebijakan pembatasan kapasitas tempat duduk 50% dari kapasitas yang ada. Hal ini dilakukan guna penerapan Physical distancing di dalam Kereta Api dan menekan penyebarn virus Corona.
“PT KAI telah membatalkan perjalanan beberapa Kereta Api dan membatasi jumlah penumpang 50% dari kapasitas jadi penumpang nantinya akan diatur jarak duduknya di Kereta Api”,imbuhnya.
Terkait pembatalan, PIhaknya menambahkan, bahwa bagi para calon penumpang yang KA-nya batal berangkat akan dikembalikan bea tiketnya 100%. Penumpang akan dihubungi melalui Contact Center 121 dan dipersilakan ikuti petunjuk selanjutnya. Apabila belum dihubungi, penumpang juga bisa membatalkan tiketnya sendiri melalui aplikasi KAI Access dan loket Stasiun.
Pembatalan juga bisa melalui aplikasi dan dapat dilakukan hingga maksimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. Setelah itu uang akan ditransfer paling lambat 45 hari kemudian. Adapun untuk pembatalan di loket stasiun dapat dilakukan di semua stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh dan Lokal hingga maksimal 30 hari setelah jadwal keberangkatan dengan menunjukkan kode booking.
Sementara untuk informasi kejelaskan pembatalan penumpang dapat menghubungi Contact Center KAI 121 melalui telepon di 021-121, email cs@kai.id, atau media sosial @kai121 untuk mendapatkan informasi terbaru tentang perjalanan KA-nya.
Lebih jauh Pihaknya menyampaikan, hingga kini Kereta penumpang yang berhenti di Stasiun Kebumen saat ini hanya ada 4, yaitu KA Bima lintas Surabaya-Jakarta, KA Wijaya Kusuma lintas Cilacap-Banyuwangi, KA Kahuripan lintas Bandung-Blitar,dan KA Lahuripan lintas Cirebon-Jember. Terkait kebijakan yang akan diberlakukan saat bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya idul Fitri masih menunggu istruksi dari pemerintah dan pimpinan pusat.
Selain itu, pemesanan tiket Stasiun Kebumen, hingga saat ini masih dibuka. Kendati begitu bagi para Calon penumpang yang akan naik Kereta Api akan di lakukan pengecekan suhu badan dan wajib menggunakan masker terhitung mulai 12 April 2020. Pihak Stasiun pun telah menyediakan handsanitizer dan tempat cuci tangan bagi para penumpang.
“Semua penumpang harus dan wajib mengenakan masker, dan apabila ada calon penumpang kedapatan suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius maka tidak diizinkan untuk naik,’’jelas Eko.
Kepada para calon penumpang pihaknya menghimbau untuk selalu menjaga kesehatan dan selalu mngikuti aturan yang telah ditetapkan. Dan apabila tidak begitu penting untuk menunda perjalanan dan tetap di rumah. (K24/ARTA).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















