Lingkungan HidupPERISTIWAReligiSENI BUDAYASOSIAL

Ditengah Pandemi Corona, Warga Karanganyar Tetap Laksanakan Tradisi Nyadran

1604
×

Ditengah Pandemi Corona, Warga Karanganyar Tetap Laksanakan Tradisi Nyadran

Sebarkan artikel ini

 
KARANGANYAR, Kebumen24.com – Ditengah maraknya pendemi corona tanpaknya tak mengahalangi niatan warga masyarakat RW 1 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Karanganyar, untuk tetap melaksanakan kegiatan tradisi tahunan. Kendati begitu acara Unggahan atau nyadran kali ini dilaksanan dengan secara sederhana dan tidak mengundang banyak masyarakat.
Tradisi ini selalu rutin digelar setiap bulan Sya’ban atau menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan dan sudah berlangsung dari turun temurun sejak dahulu kala. Seperti pada tahun tahun sebelumnya, dalam acara ini pasti dilakukan pembacaan doa dan kenduri bersama warga satu kampung di halaman Panembahan Tundo Waseso. Bedanya pada Senin 20 April 2020 tahun ini dilakukan secara sederhana dan minimalis. Hal itu dilakukan sesuai dengan anjuran pemerintah untuk mengurangi kegiatan yang bersifat pengumpulan masa.
Sanmiharjo selaku Ketua RW 1 Kelurahan Jatiluhur mengatakan, adanya pandemi Corona banyak kegiatan yang tertunda dan dibatasi aktivitasnya. Untuk itu dirinya bersama Ketua RT dan Tokoh masyarakat bersepakat untuk tetap mengadakan kegiatan yang sudah rutin dengan tidak mengundang banyak warga.

“Karena ini merupakan tradisi turun menurun jadi tetap kami lakukan. Akan tetapi karena saat ini ada wabah Covid-19, maka kami putuskan untuk dilakukan secara sederhana dan diikiuti beberapa orang dari perwakilan RT dan Tokoh Masyarakat”, kata Sanmiharjo.

Sebelumnya, warga pun sudah diberi pemahaman dan mau mengikuti anjuran yang ada. Sedangkan untuk teknisnya memang berbeda dari biasanya, yaitu jika biasanya warga berkumpul dan melakukan kenduri bersama, Kali ini sebagain warga tetap di rumah. Sementara untuk penyembelihan kambing tetap dilakukan dan hasil olahannya akan di antarkan langsung ke rumah rumah warga.
“Untuk pemotongan kambing tetap kami lakukan, itu juga sudah menjadi tradisi. Akan tetapi kami bagikan langsung ke rumah-rumah warga”, jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Tokoh Agama setempat Jamaludin, dirinya mengatakan sepakat untuk tetap melakukan kegiatan tersebut. Pasalnya, kegiatan ini sifatnya sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang di berikan sang pencipta lantaran bisa sampai kembali menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Pihaknya berharap dari kegiatan ini akan mendapat ridho dari sang pencipta, dan seklaigus memohon agar masyarakat dapat terhindar dari virus Covid-19.

 “Dengan do’a bersama ini kita harap Allah meridhoi, mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir,  Agar segala aktivitas bisa kembali normal,’’tandasnya. (K24/ARTA)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.