PemerintahanPERISTIWASOSIAL

Kurang Diperhatikan Saat Tangani Covid-19, Tim Medis ‘Wadul’ Ke DPRD Kebumen

867
×

Kurang Diperhatikan Saat Tangani Covid-19, Tim Medis ‘Wadul’ Ke DPRD Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Selama menangani pasien Covid-19, para tim medis baik yang bertugas di sejumlah pelayanan kesehatan berplat merah maupun milik swasta merasa belum diberikan perhatian khusus oleh Pemkab Kebumen. Perjuangan mereka berbanding terbalik dengan apa yang diterima saat memerangi virus mematikan ini.
Tak ingin menerima kemungkinan terburuk akan terjadi, DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kebumen bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kebumen dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kebumen mendesak Pemkab Kebumen melalui DPRD Kebumen untuk lebih peduli terhadap ketiga wadah pahlawan kemanusiaan ini dalam menangani Covid-19.

“Kami jujur di Kebumen butuh support, beberapa Kabupaten dari Pemkab sendiri maupun sejumlah elemen sudah memberikan support dan penghargaaan lain,” jelas Ketua DPD PPNI Kabupaten Kebumen, Tri Tunggal Eko saat audiensi dengan anggota dan pimpinan DPRD Kebumen, Selasa, 14 April 2020.
 

Bentuk kepedulian itu, kata Tri Tunggal, berupa ketersediaan alat pelindung diri atau APD yang memenuhi standar penanganan Covid-19. Selain itu, ia meminta adanya suplemen maupun makanan tambahan sebagai penunjang kekebalan imun tubuh tim medis. Ia menilai keduanya merupakan kebutuhan yang mendesak selama menghadapi pandemi virus corona.

 “Sampai hari ini belum pernah mendapatkan apapun, minimal ucapan terima kasih. Harapan kami bisa diterima, pada prinsipnya kami perawat dan tim medis lain siap menangani corona,” imbuh dia.

Pada kesempatan yang dihadiri perwakilan seluruh Fraksi di DPRD Kebumen. Ia menjelaskan bahwa tim medis saat ini menjadi garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19. Tak jarang para pahlawan kemanusiaan ini rentan tertular virus mematikan tersebut, bahkan beberapa hari lalu satu perawat gugur dalam memerangi virus corona.

“Semua itu tidak terlepas dari upaya pencegahan agar jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi di Kebumen,” paparnya.

 
Lebih dari itu, khawatir dan takut berkecamuk menjadi satu, perasaan itulah yang dirasakan tim medis di Kabupaten Kebumen. Menurut dia yang tak kalah penting adalah pemberian insentif sebagai wujud penghargaan bagi tim medis yang telah bertaruh nyawa melawan Covid-19.

“Tidak semua berani menangani virus ini, kami minta support terkait pemberian insentif. Karena saya melihat mereka bersedia sekian hari tidak pernah pulang bahkan diisolasi tidak bisa bertemu anak. Kami tidak mengemis tapi meminta untuk peduli pada kami,” ungkapnya.

Sementara, Ketua DPRD Kebumen Sarimun akan mengakomodir seluruh aspirasi yang disampaikan PPNI, IDI dan IBI. Ia akan mengawal usulan mereka hingga apa yang diharapkan akan terealisasi.

“Sudah kami fikirkan sebelumnya, kira-kira insentif apa yang akan diberikan dan berapa jumlahnya. Tetapi ada satu instansi belum ada kejelasan berapa yang akan diberikan,” ucapnya.

Sarimun meminta, tidak ada aksi mogok dalam penanganan Covid-19. Meski begitu ia meminta data real sebagai dasar acuan mengakomodir permintaan mereka.

“Kami sepakat sekali, tapi tetap pakai data yang dibutuhkan. Jangan sampai patah semangat bahkan sampai mogok dan harapan kami di Kebumen para tim medis tidak ada yang meninggal,” pungkasnya. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.