KesehatanPemerintahanPERISTIWA

ODP dan PDP Corona Bertambah, Perantauan Diminta Tunda Pulang Kampung

1054
×

ODP dan PDP Corona Bertambah, Perantauan Diminta Tunda Pulang Kampung

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

KEBUMEN, Kebumen24.com – Jumlah warga di Kabupaten Kebumen yang mendapatkan pengawasan terkait virus corona (Covid-19) terus bertambah. Bahkan kategori orang dalam pemantauan (ODP) nyaris menembus angka 900 orang. Sebagai bentuk antisipasi, para perantau asal Kebumen diminta untuk menunda kepulangannya ke daerah.
Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Kebumen,  mengatakan jumlah ODP Kebumen hingga Jumat (27/3) sebanyak 889. Dari angka tersebut satu orang selesai pemantauan sehingga tersisa ODP 888. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Kebumen berjumlah 34 dengan 28 orang masih dalam pengawasan.

“Enam orang sudah selesai pengawasan. Satu orang positif corona dan satu meninggal dunia,” ungkap Arif saat rapat koordinasi di posko penanganan corona, Jumat malam.

 
Sebagai bentuk antisipasi, Arif mengaku gugus tugas telah melakukan penyemprotan massal disinfektan di seluruh wilayah Kebumen. Dalam waktu dekat, dirinya juga berencana memberikan bantuan kembali cairan disinfektan untuk dibagikan ke pemerintah desa.

“Bagi perantau asal Kebumen kami berharap untuk menunda mudik terlebih dahulu,” pinta Wabup.

Bukan saja perantau, Wabup juga meminta masyarakat yang telah kembali ke Kebumen untuk melakukan social distancing. Dimana menjaga jarak itu dilakukan dengan karantina mandiri di rumah masing-masing. Arif menyebut, selama karantina mandiri warga tetap boleh beraktivitas namun harus menjaga jarak aman dan mengurangi kerumunan.

“Karantina mandiri bukan hanya diam di kamar, bisa beraktivitas seperti bersepeda sendiri atau olahraga di dekat rumah,” imbuhnya.

 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Dwi Budi Satrio mengungkapkan bagi para ODP maupun masyarakat diminta untuk tidak panik. Pasalnya ODP disini belum tentu orang sakit dan hanya diperlukan lapor ketika mengalami sakit seperti demam atau batuk. Solusi yang terbaik mengenai hal ini adalah social distancing.

 “Saya berharap masyarakat ikut serta mensukseskan social distancing untuk mencegah penyebaran,” ucapnya.

Rapat koordinasi Covid-19 yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen juga dihadiri Sekretaris Daerah Ahmad Ujang Sugiono dan sejumlah pimpinan OPD. Wabup juga mengundang para camat maupun Kepala Dinas Sosial dalam rakor tersebut. Wabup meminta agar penyaluran bantuan PKH ataupun BPNT tetap berjalan namun harus menerapkan protap kesehatan pencegahan virus corona. (K24/IMAM/LA)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.