KesehatanLingkungan HidupPERISTIWA

Berantas Sarang Nyamuk, Wakil Bupati Kebumen Terjun Langsung Kelapangan

968
×

Berantas Sarang Nyamuk, Wakil Bupati Kebumen Terjun Langsung Kelapangan

Sebarkan artikel ini
Foto : Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto Sedang Memeriksa Jentik Nyamuk
KUWARASAN, Kebumen24.com – Mulai maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kebumen membuat kekawatiran bagi sejumlah Pihak dan masyarakat. Berdasarkan temuan dari Dinas Kesehatan Kebumen, hingga minggu kelima tahun 2020, kejadian DBD sebanyak 42 kasus.
Menindak lanjuti hal tersebut, sebagai upaya untuk mencegah dan sekaligus memutus mata rantai penularan demam berdarah. Pemerintah Kabupaten Kebumen malalui Dinas Kesehatan mencanangkan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Serentak di seluruh kecamatan, Jumat 7 Februari 2020.
Berdasarkan pantauan tim liputan Kebumen24.com, kegiatan yang dilaksanakan Desa Gumawang Kecamatan Kuwarasan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto Sh, dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dokter Dwi Budi Satrio, Ketua TPKK Kebumen Siti Zuhro Mahfuidz, Forkopimcam Kuwarasan serta warga masyarakat setempat.
Wakil Bupati Kebumen sedang melakukan video conference
Pada kesempatan itu, juga dilakukan langsung video conference antara Wakil Bupati dengan Sekda H Ahmad Ujang Sugiono SH, di Desa Klegenwonwosari, Kecamatan Klirong. Dan dengan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr Rini Kristiani yang berada di Desa Karangsari, Kecamatan Buayan, yang tengah melakukan kegiatan serupa.
Selain itu, Wakil Bupati juga berkesempatan melakukan pemantauan jentik nyamuk di sejumlah warga, dan dilanjutkan dengan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Wakil Bupati Mengatakan, kegiatan ini diharapakan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjega kebersihan lingkungan. Dengan  begitu tempat tempat perkembangbiakan nyamuk dapat dicegah atau dibatasi.
Dalam kesempatan itu Wabup juga berpesan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungfan dan membudayakan hidup sehat.

“ Mari bersama sama menjaga lingkungan yang bersih dengan harapan hidup kita menjadi sehat dan terbabas dari sarang nyamuk yang dapat membahayakan bagi kita semua,’’ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Dwi Budi Satrio MKes, mengatakan bahwa temuan kasus di tahun ini memang masih terbilang rendah dibandingkan dengan tahun 2019 yakni 70 kasus. Akan tetapi kondisi sekarang ini patut diwaspadai mengingat kasusnya yang terus meningkat. Terlebih, angka bebas jentik di Kebumen masih tergolong rendah yakni kisaran  80 %. Padahal semestinya angka bebas jentik 95 %.
Untuk itu pemberantasan sarang nyamuk ini sangat penting dan harus terus digelorakan agar angka kasus demam berdarah dapat di tekan. Adapun caranya, yaitu dengan melakukan 3M plus. Yakni menguras, menutup, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

 “ Dengan cara ini diharapkan Kebumen bisa terbebas dari sarang nyamuk angka kasus demam berdarah bisa di tekan,’’ ujarnya. (K24/ARTA)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.