PERISTIWA

Marak Virus Corona, Mahasiswi Asal Kebumen Ikut Jalani Karantina di Natuna

945
×

Marak Virus Corona, Mahasiswi Asal Kebumen Ikut Jalani Karantina di Natuna

Sebarkan artikel ini
KEBUMEN, Kebumen24.com- Maraknya virus Corona di China kian menyebakan kekahawatiran Global karena virus tersebut sudah menyebar ke berbagai Negara. Dari informasi yang beredar, di China sendiri tercatat sudah sekitar 500 kasus kematian yang disebakan oleh Virus tersebut.
Adanya virus tersebut Pemerintah Indonesia merespon cepat dan kemudian mengambil langkah dengan cara mengevakuasi 245 WNI pada awal Februari 2020 kemarin, untuk menjalani karantina di kepulauan Natuna. Salah satun dari ratusan WNI tersebut , diketahui bernama Yesi (20), warga asal Kelurahan Kebumen, Kecamatan Kebumen, Jawa Tengah, yang merupakan mahasiswi di China Uneversity Of Geosciences.
Dikatakan Orang Tua Yesi saat ditemui di rumahnya di Kebumen, Sohim mengaku sedikit merasa lega, setelah anaknya memberikan kabar bahwa anaknya itu dalam keadaan sehat dan sudah dievakuasi di Natuna. Sejak itu, Dirinya pun selalu intens melakukan komunikasi guna memantau keadaan kesehatan anaknya.

“Saya sudah sedikit lega karena Yesi sekarang sudah ikut di observasi di Natuna dan sudah mengabarkan dia baik baik saja,”ujar Sohim, Rabu 5 Februari 2020.

Sohim menceritakan, beberapa waktu setelah kedatangannya di tanah air, komunikasi memang sempat mengalami putus kontak akibat jaringan telepon seluler anaknya. Namun, anaknya yesi itu kemudian berinisiatif dengan cara meminjam telepon salah seorang anggota TNI, untuk menghubungi keluarga yang berada di Kebumen, agar tidak mengundang kecemasan.

“Jadi sampai di Natuna komunikasi sempat terhambat, kemudian anak saya pinjam Hp tentara untuk memberi tahu keadaan terkini,” paparnya.

Lebih jauh Sohim mengatakan, Saat hubungan tersambung dengan anaknya itu, Yesi sempat menceritakan, bahwa sebelum dievakuasi dirinya dengan seluruh WNI yang lain, di sana juga dilakukan tes kesehatan secara berlapis. Hal ini dilakukan untuk memastikan  seluruh WNI dalam kondisi sehat tidak terinfeksi virus corona. Prosedur ini pun dilakukan secara ketat terhadap WNI yang pulang dari china saat itu.

 “Prosesnya sangat ketat jadi sebelum naik bus untuk kumpul di airport dicek kesehatan semuanya hingga di pesawat pun masih dicek lagi hinga sampai di Batam juga ada pemeriksaan kesehatan,’’imbuhnya. (K24/IMAM)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.