SOSIAL

PGRI Kebumen Beri Bantuan Kepada Guru Korban Kebakaran

1547
×

PGRI Kebumen Beri Bantuan Kepada Guru Korban Kebakaran

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Sebagai wujud rasa empati terhadap salah satu anggotanya yang terkena musibah. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kebumen memberikan santunan kepada seorang guru SMP Muhammadiyah 1 Kebumen, Wahyu Dewi Rahmawati yang belum lama ini rumahnya di RT 03 RW 01 Desa Sruweng Kecamatan Sruweng ludes terbakar pada Minggu (26/1/2020).
Ketua PGRI Kebumen Tukijan, saat ditemui awak media menyampaikan, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas di tubuh PGRI kepada guru yang notabene telah mendermakan sebagian hidupnya dibidang pendidikan.

 “Asalkan dia bergerak di bidang pendidikan membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dan beliau siapapun di seluruh Indonesia saat ini kami berikan,” katanya, Senin 3 Februari 2020.

Meski nilainya tak seberapa, kata Tukijan, bantuan berupa uang senilai Rp 10 juta itu diharapkan dapat meringankan beban yang ditanggung korban. Uang tersebut merupakan hasil dari sumbangan guru-guru se Kabupaten Kebumen yang merasa perihatin atas kejadian yang menimpa keluarga Wahyu Dewi Rahmawati.

“Kita punya slogan perjuangan hidup guru PGRI, solidaritas yes. Jadi semua ikut merasakan ketika ada musibah,” tandasnya.

Tidak hanya sekup regional, PGRI Kebumen juga turut terpanggil ketika ada suatu musibah yang melanda di luar Kebumen. Ia menyebutkan, seperti kasus beberapa tahun belakangan yang menimpa seorang guru di daerah Madura yang meninggal akibat dianiaya muridnya, juga musibah yang terjadi di Tasikmalaya.

  “Bantuan tidak hanya kita berikan di Kebumen saja, namun juga diluar Kebumen. Bahkan kita datang kesana,” paparnya.

Seperti diketahui, rumah guru SMP Muhammadiyah 1 Kebumen itu menghanguskan hampir seluruh isi rumah. Kejadian yang sempat menggegerkan warga setempat diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.15 tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.
Sementara, Wahyu Dewi Rahmawati mengaku bersyukur dirinya beserta keluarga masih diberikan keselamatan. Ia merasa terharu, bahkan ketika prosesi pemberian bantuan itu sempat meneteskan air mata. Ia juga berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu.

“Alhamdulillah atas bantuan ini. Tapi yang membuat saya nelangsa kenapa datang ketika saya keadaan sedang seperti ini, kenapa tidak waktu saya sedang bahagia pada datang,” pungkasnya. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.