Religi

Refleksi Harlah NU ke 74, PCNU Kebumen Ingatkan Pentingnya Dakwah Dengan Sentuhan Teknologi Digital

1521
×

Refleksi Harlah NU ke 74, PCNU Kebumen Ingatkan Pentingnya Dakwah Dengan Sentuhan Teknologi Digital

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Memasuki hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke 74, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Dawamudin Masdar mengingatkan agar kaum nahdliyin dapat memanfaatkan teknolog digital sebagai sarana berdakwah.
Hal tersebut mempertimbangkan penggunaan teknologi digital saat ini merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat terlepas dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, ia mengajak melihat hal itu sebagai suatu peluang pemanfaatan dalam menyebarkan kebaikan.

“Dakwah NU dari model yang sekarang ini perlu dikembangkan dengan sentuhan-sentuhan teknologi digital,” katanya, Sabtu 1 Januari 2020.

Diterangkan, NU selama ini telah menjadi bagian penting mencetak karakter serta mengawal utuhnya bangsa. Semua itu tidak terlepas atas upaya serta peran para kyai dan santri yang tetap memegang teguh khasanah keilmuan klasik yang diambil dari kitab kuning. Oleh karenanya, NU diharapkan dapat menjadi bagian perubahan melalui pemanfaatan teknologi.

 “Kita harus mengimbangi, seiring dan selaras kebutuhan teknologi saat ini. Misal perlu digitalisasi kitab-kitab kuning,” imbuhnya.

Kiai Dawam menegaskan, bahwa banyaknya jumlah warga NU juga harus didukung dengan kemampuan penguasaan teknologi digital.  Sebab menurutnya penting sebagai jawaban atas persoalan sesuai zaman. Terlebih, pendekatan terhadap kaum milenial yang dirasa sesuai menggunakan metode memanfaatkan media sosial.

“Ada segmen untuk generasi muda. Bagaimana caranya mereka tertarik, salah satunya dengan memanfaatkan medsos,” tuturnya.

Selain itu, untuk menguasai teknologi digital maupun media sosial, ia mengingatkan pentingnya memiliki keterampilan dan kecerdasan intelektual agar tidak terjerumus terhadap informasi dan pemberitaan yang mengandung unsur hoaks atau propaganda.

 “Pasti ada tantangan, tinggal bagaimana kita menyikapinya,” tandasnya.

Selain memperkokoh tentang Aswaja, ia mengingatkan akan pentingnya membumikan islam moderat, yakni islam yang menghargai terhadap pluralitas kehidupan dalam membangun peradaban serta pengembangan di sektor ekonomi sebagai upaya kemandirian NU.

  “Kita ini hidup berdampingan, maka penting menerapkan konsep dalam keragaman atau sering kita kenal Al-tanawwu’ fi al- Hayat,” pungkasnya. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.