Pendidikan

Tekan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak, Pemkab Kebumen Gandeng Mahasiswa Untuk Jadi Pelopor

1552
×

Tekan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak, Pemkab Kebumen Gandeng Mahasiswa Untuk Jadi Pelopor

Sebarkan artikel ini

PEJAGOAN, Kebumen24.com- Sebanyak 50 mahasiswa STIE Putra Bangsa Kebumen mengikuti kegiatan Sosialisasi Hak Asasi Manusia yang di selenggarakan oleh Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen.
Acara yang berlangsung di Gedung Ronggowarsito STIE Putra Bangsa Pejagoan, Rabu, 29 januari 2020 itu, mengangkat tema “Implementasi penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak hak perempuan dan anak di Kabupaten Kebumen sebagai wujud penegakan HAM’’.
Adapun narasumber yang mengisi pada kegiatan tersebut, yaitu dari Dispermades dan P3A  Kebumen yang disampaikan oleh Marlina Indrayaningrum, S. Kep, dengan materi peran dan kebijakan pemerintah terhadap perlindungan dan pemenuhan hak hak perempuan dan anak.
Narasumber selanjutnya yaitu dari Polres Kebumen disampaikan olh Aiptu Hikamtun Nurjanah, yang menerangkan tentang penanganan permasalahan hukum perempuan dan anak. Kemudian narsum k tiga dari Psikolog RSUD Dr. Soedirman Kebumen Yulaida, S. Psi, yang menjelaskan tentang penguatan mental dan psikologi Dalam perspektif pergaulan milenial. 

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen Ira Puspita mengatakan, sosialisas hak asasi manusia ini merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia. Terkusus kesadaran masyarakat untuk melindungi perempuan dan anak, agar kasus kekerasan terhadap mereka dapat ditekan.

 ‘’Kegiatan ini selalu rutin kita gelar setiap tahunya, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia, agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan,”ungkapnya.

Lebih lanjut Kabag Hukum mengatakan, kegiatan yang diikuti para mahasiswa ini diharapkan bisa menjadi pelopor, dan sekaligus mensosialisasikanya kepada masyarakat bahwa perempuan dan anak yang sering dianggap lemah justru harus dilindungi. Terlebih kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak harus masuk ke ranah hukum dan bisa diselesaikan dengan kekeluargaan.

 “Dengan mngikuti kegiatan ini diharapakan para mahasiswa nantinya bisa ikut serta berperan dalam menekan adanya kasus kekerasan terhadap perempuan yang kerap terjadi di tengah tengah masyarakat,’pungkasnya. (K24/IT)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.