KesehatanLingkungan Hidup

Antisipasi Wabah penyakit DBD, Bhabinkamtibmas Dan Masyarkat Di Kuwarasan Gelar Kerjabakti

984
×

Antisipasi Wabah penyakit DBD, Bhabinkamtibmas Dan Masyarkat Di Kuwarasan Gelar Kerjabakti

Sebarkan artikel ini

KUWARASAN, Kebumen24.com – Memasuki musim penghujan, Ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh Masyarkat, dalam hal ini adalah lingkungan sekitar agar terhindar dari penyebaran wabah nyamuk Aedes aegypti.
Aedes Aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah yang wajib menjadi perhatian semua pihak.
Siang ini Bhabinkamtibmas Polsek Kuwarsan Brigadir Sujadi bersama dengan warga sekitar melakukan gerakan “pemberantasan sarang nyamuk” atau PSN di Desa Gumawang kecamatan Kuwarsan.
Menggunakan alat kerjabakti berupa sabit, sapu lidi, hingga cangkul, Bhabinkamtibmas melakukan pembersihan sebuah pekarangan yang disinyalir berkembangnya nyamuk penyebab penyakit demam berdarah, Minggu (12/1).
Meski seharusnya ia libur tugas, namun karena sudah menjadi tuntutan tugas Bhabinkamtibmas, ia harus melakukan kegiatan PSN yang ditujukan kepadanya dari warga masyarkat desa Gumawan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman, menyambut baik apa yang dilakukan Brigadir Sujadi bersama warga masyarkat.

“Menanggapi laporan kegiatan Bhabinkamtibmas Polsek Kuwarsan, kami sangat mengapresiasi. Kita harus waspada terhadap bahaya nyamuk penyebab penyakit demam berdarah,” kata Iptu Tugiman.

Pada kesempatan itu, Brigadir Sujadi bersama warga masyarkat melakukan gerakan 3M Plus. Yaitu, Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
Selanjutnya menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya untuk mencegah nyamuk bersarang dan berkembang biak.
Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah. Hal ini sebagai untuk mempersempit ruang gerak nyamuk untuk berkembang biak.
Selanjutnya Plus yang dimaksud adalah mengimbau masyarkat untuk menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, serta menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.

“Semoga apa yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama warga dapat mencegah penyebaran nyamuk penyebab penyakit demam berdarah,” ungkap Iptu Tugiman.

Dari data yang didapat di tahun 2019 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kebumen mengalami lonjakan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 2018 dan 2017.
Jumlah persebarannya juga hampir merata di kecamatan se Kabupaten Kebumen. Kendati hampir merata Kecamatan Prembun, Mirit dan Karanganyar menjadi titik terbanyak persebaran.
Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen menunjukkan tahun 2019 tercatat sebanyak 269 kasus. Dari jumlah tersebut tiga diantaranya tidak dapat terselamatkan dan meninggal dunia. Angka tersebut jauh meningkat bila dibandingkan dua tahun terakhir.
Tahun 2017, kasus DBD di Kebumen hanya 58 kasus dengan satu orang meninggal dunia. Sedangkan tahun 2018, kasus DBD hanya 28 kasus. (K24/T/W)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.