Pemerintahan

Selama Tahun 2019, Hasil Pendapatan BUMDes “MAPAN” Desa Karangsari Naik 120 Persen

2468
×

Selama Tahun 2019, Hasil Pendapatan BUMDes “MAPAN” Desa Karangsari Naik 120 Persen

Sebarkan artikel ini
Foto Karyawan BUMDes Mapan Desa Karangsari  17/01/020

KEBUMEN, Kebumen24.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Mapan” Desa Karangsari Kebumen yang beroperasi sejak tahun 2017 lalu, kini telah berkembang begitu pesat dan menjadI salah satu BUMDes percontohan di Kabupaten Kebumen. Selain itu, keberadaan BUMDes tersebut dirasakan juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus pendapatan asli Desa.
Hal ini yang menjadi pembahasan pada kegiatan Musyawarah Desa (Musdes), terkait laporan perkembangan keuangan BUMDes, dan pengalihan pengelolaan dari penasehat kepada pelaksana oprasional BUMDes Mapan Desa Karangsari. Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat malam 17 Januari 2020, di Kantor Balai Desa setempat.
Hadir dalam acara itu, Forkopimcam Kebumen, Kepala Desa Karangsari Endrata beserta perangkat, Ketua BPD Karangsari J. Warsito, serta ratusan warga.
Kepala Desa Karangsari Endrata Sedang memberikan sambutan pada acara MUSDES Jumat 17/01/2020 
Pada ksempatan itu, Kepala Desa Karangsari Endrata yang sekaligus selaku Penasehat BUMDes mengatakan, BUMDes Mapan itu dibentuk sesuia berdasarkan Peraturan Desa (Perdes) nomor 6 tahun 2016, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan tim yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat. Adapun nama BUMDes Mapan itu sendiri, mengandung maksud agar masyarakat Karangsari menjadi Mapan. Baik dari segi ekonomi maupun lainnya.

“ Adanya BUMDes mapan ini, dhiarapkan dapat memudahkan masyarakat dari segi berbelanja. Karna bumdes didirikan dari masyarakat untuk masyarakat. semua jadi mudah,”ungkapnya.

Kepala Desa Karangsari Endrata Sedang memberikan sambutan pada acara MUSDES Jumat 17/01/2020 
Dijelaskan endrata, untuk modal awal BUMDes yaitu sebanyak Rp 530 juta. Dengan perincian tahun 2017 sebanyak Rp 314.181.600. Tahap kedua sebesar RP 18.818.400 dan Dana Banprof Rp 30 Juta. Dana tersebut digunakan untuk renovasi gedung, Pengadaan Gedung, Perlengkapan swalayan, listrik, investasi tetap dan barang dagangan lainya.
Adapun dari hasil keuntungan sendiri yakni pemupukan modal sebanyak 50 persen, Pendapatan Asli Desa 15 persen dan operasional Kelembagaan 35 persen. Diakuinya, sejak berdirinya Bumdes ini  ditahun 2017 hingga 2018 BUMDes Mapan mendapatkan keuntungan mencapai Rp 158 juta, dan ditahun 2019 meningkat 120 persen atau menjadi RP. 398.000.000, (Tiga ratus sembilan puluh delapan juta). Keuntungan tersebut dibagi sesuai dengan persentase yang telah ditentukan.

“Melihat dari modal awal hingga sekarang pendapatan BUMDes terus meningkat. Dan semua hasil pendapatan BUMDes kita kelola untuk memajukan desa yang muaranya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”jelasnya.

Foto Ketua BPD Desa Karangsari J. Warsito sedang memimpin jalanya Acara MUSDES 

Sementara itu, Kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) yang berlangsung dipimpin oleh Ketua BPD Karangsari J. Warsito yang dalam Laporan menyampaikan, Kegiatan Usaha dan Keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) MAPAN terdiri dari  3 unsur, yaitu Kepala Desa selaku penasehat, Pengawas dan Pelaksana.
Dari ketiganya tersebut harus selalu berjalan secara berkesinambungan melakukan pemantauan atas perkembangan BUMDes, dengan harapan, BUMDes MAPAN bisa terus maju dan berkembang.

 “Semua harus berjalan bersama dan saling berkesinambungan agar BUMDes berjalan dengan baik, maju dan berkembang,”tuturnya. (K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.