PURING, Kebumen24.com – Tak kurang dari 82,43 hektar tambak udang di kabupaten Kebumen tersebar di tiga Kecamatan seperti Klirong, Petanahan dan Puring memiliki potensi yang cukup baik. Besarnya potensi ekonomi ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong wilayah tersebut sebagai kawasan tambak udang.
Hal itu di sampaikan Direktur Produksi dan Usaha Ditjen Perikanan Budidaya KKP Arik Hari Wibowo, dalam saat berkunjung ke Desa Surorejan Kecamatan Puring, Jumat (10/1/2020).
Menurutnya, potensi tambak yang baik sangat sayang jika tidak didorong oleh pemerintah. Untuk itu dirinya berharap Pemkab Kebumen dapat menetapkan kawasan tambak melalui Peraturan Daerah. Kendati begitu, dorongan ini juga biutuh komitmen kuat dari kepala daerah maupun legislatif.
“Dengan ditetapkan sebagai kawasan maka akan memberikan kenyamanan bagi petambak dalam berinvestasi,” katanya,
Lebih jauh Hari menjelaskan, jika telah ditetapkan sebagai kawasan tambak maka petambak perlu membentuk kelompok. Hal tersebut dapat membantu kemudahan akses bantuan dari kementrian. Seperti halnya pendampingan dalam mengelola kawasan maupun proses perawatan tambak itu sendiri.
“Nanti ada pendampingan dari KKP jika sudah ditetapkan sebagai kawasan. Nanti akan diperbaiki mulai dari saluran air masuk, pembuangan limbah, saluran IPAL, penyiapan benih,”ucapnya.
Hari menambahkan, dengan penetapan kawasan diperlukan masterplan tambak. Nantinya tambak akan ditata dengan baik sehingga dapat menghindari dari penyakit. Disisi lain, hasil budidaya tambak udang juga sangat dibutuhkan oleh pasar. Bahkan hasil budidaya udang dapat diterima untuk pasar luar negeri.
“Serapannya sangat tinggi untuk udang bahkan juga ekspor,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IV KRT Darori Wonodipuro berharap kawasan tambak ditetapkan Pemkab Kebumen. Dengan menjadi kawasan, pengelolaan lebih mudah dan hasilnya dapat semakin optimal. Terlebih yang utama, tambak dapat menghindarkan dari penyakit udang yang belum lama ini menyerang.
“Kami tentu mendorong penetapan kawasan yang perlu dilihat standarisasi dan aturannya. Nanti akan kami bantu penyampaian agar turut diberikan dukungan dari Kementerian,” ucapnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, turut dihadiri Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kebumen Mas Herunoto dan Ketua Komisi B DPRD Kebumen Solatun. Hadir pula sejumlah anggota DPRD Kebumen seperti Munawar Kholil, Suprijanto dan Anifudin. Sebelum peninjauan tambak, juga dilakukan tabur benih ikan nilem 100 ribu di Waduk Sempor. (k24/LUSI)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















