PemerintahanWisata

Tahun 2019, Pendapatan Wisata Kebumen Tak Capai Target, Disporawisata Harus Berinovasi

1761
×

Tahun 2019, Pendapatan Wisata Kebumen Tak Capai Target, Disporawisata Harus Berinovasi

Sebarkan artikel ini
FOTO PANTAI SUWUK KEBUMEN

KEBUMEN, Kebumen24.com – Dipenghujung tahun 2019, Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kabupaten Kebumen tidak memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi obyek wisata. Menanggapi hal itu, Wakil pimpinan DPRD Kebumen meminta Disporawisata berinovasi agar mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.

“Point saat ini yang menjanjikan adalah di sektor wisata. Ini tantangan ditahun depan, hendaknya dinas harus berinovasi,” ujar Fuad Wahyudi, Wakil Ketua DPRD Kebumen saat ditemui kebumen24.com, Jumat 4 Januari 2020 kemarin.

Menurut Fuad, jika target itu tidak tercapai, otomatis perekonomian masyarakat pun turut kurang berkembang.

  “Pariwisata sekarang sebagai percepatan ekonomi dari segala sektoral,” imbuhnya.

Menjamurnya obyek wisata, baik yang dikelola pokdarwis maupun pihak swasta menjadi daya saing tersendiri bagi obyek wisata yang dikelola pemerintah. Untuk itu, kata Fuad, butuh terobosan baru dalam pengelolaan.

“Walaupun sudah ada pengembangan, gimana caranya mengemas. Makanya wisata harus berinovasi bagus, kalau tidak kalah dengan yang dikelola swasta,” jelas Fuad.

Adapun Target Disporawisata di tahun 2019 yaitu sebesar Rp 10,15 miliar. Namun, dari data yang masuk hingga per 31 Desember 2019, realisasi pendapatan dan pengunjung obyek wisata hanya baru mencapai Rp 8,6 miliar atau 85,6%. Dari jumlah tersebut, terdapat sembilan obyek wisata serta persewaan gedung olahraga dan asurasi sebesar 25% sebagai sumber pendapatan.

Sekretaris Disporawisata Kabupaten Kebumen Gunawan Widhi Wibowo mengatakan, ketika melihat realitas pendapatan yang ada, pihaknya mengaku kesulitan memenuhi target itu. Terlebih, beberapa bulan sebelumnya telah memasuki musim penghujan.

“Kita sudah lakukan monitoring terkait pendapatan, hasil dari monitoring ada kenaikan tapi tidak terlalu tinggi apalagi sudah mulai turun hujan,” terang dia.

Gunawan menjelaskan, dari obyek wisata yang dikelola Disporawisata, terdapat empat obyek wisata pantai yang menjadi sumber pendapatan. Namun, kata Gunawan, akhir-akhir ini beredar kabar tidak jelas terkait adanya gelombang besar yang membuat jumlah pengunjung menurun.

“Salah satu faktor berpengaruh tahun berjalan ini ada informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan adanya gelombang besar. Padahal itu belum tentu benar, yang mengeluarkan bukan yang kompeten BMKG sehingga orang yang tidak tahu persis tidak jadi kesana,” terangnya.

Dari data yang ada, jumlah kunjungan wisatawan masih jauh dari target yakni sebanyak 2,11 juta pengunjung, sementara capaian sebanyak 941.393 pengunjung. Adapun serapan PAD terendah terdapat di Pantai Logending yakni realisasi baru Rp 626 juta dari target Rp 1,2 miliar atau baru mencapai target 51,51 %. Sedangkan perolehan yang melampaui target yakni Goa Jatijajar dengan potensi pendapatan mencapai Rp 4,1 miliar atau 105,45 %. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.