 |
| Foto Sigit Ardian, di Alun alun kebumen Kamis 19/12/019 |
KEBUMEN, Kebumen24.com- Sepulangnya Sigit Ardian, salah satu atlet bola voli asal Kecamatan Ayah yang berhasil merebut medali emas pada ajang Sea Games di Filipina merasa tidak mendapatkan perhatian khusus oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Bahkan, untuk merayakan keberhasilan dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Sigit diarak menggunakan belasan mobil dari rumahnya di Desa Karangduwur mengitari pusat Kota Kebumen atas inisiasi dari masyarakat yang merasa bangga atas prestasi yang ditorehkan.
“Kedatangan kami kesini bukan meminta itu tidak, memang ini inspirasi dari masyarakat Desa Karangduwur yang antusias ingin mengadakan ini dan saya ikuti,” terang Sigit saat ditemui Kebumen24.com di Alun-alun Kebumen, Kamis 19 Desember 2019.
Menurut Sigit, perhatian itu tidak selalu diidentikan dalam bentuk materil. Melainkan sikap Pemkab dalam menempatkan putra daerah yang berprestasi. Hal itu mengandung maksud secara tidak langsung dapat memantik semangat serta memberikan motivasi kepada atlet lain. Atlet yang memiliki tinggi 194 cm itu meminta agar hal yang dialami saat ini tidak terjadi pada atlet berprestasi lainnya.
“Sebenarnya bukan untuk saya pribadi, mungkin nanti generasi muda atau atlet selain saya dari Pemkab sendiri dapat memberikan perhatian cukup,” ujarnya.
Sebelumnya, Selasa (10/12) atas perjuangan Sigit bersama rekan, Indonesia berhasil menang 3-0 (25-21, 27-25, 25-17) atas tuan rumah Filipina di Philsports Arena dan membawa pulang medali emas cabang bola voli indoor putra Sea Games 2019. Selesai berlibur selama sepekan di tanah kelahiranya, Sigit akan menghadapi turnamen Pro Liga pada Januari mendatang.
“Sabtu besok saya berangkat ke karantina untuk persiapan Pro Liga,” imbuhnya.
Ayah Sigit Ardian, Saban Riyadi mengaku kecewa terhadap Pemkab yang selama ini seolah-olah menutup mata atas prestasi yang diraih oleh anak pertamanya. Dia menjelaskan, sudah sekitar sepuluh tahun Sigit melenggang di turnamen nasional bahkan internasional belum diberikan perhatian.
“Kalau materil Sigit mungkin tidak berharap banyak. Tapi minimal disambut baik,” ucapnya.
Sementara, salah satu warga Desa Karangduwur Sugiyo (40) menuturkan, arak-arakan atau euforia kemenangan Sigit oleh masyarakat setempat sebagai wujud terimakasih serta penghargaan. Dikatakan dia, kegiatan tersebut juga tidak dibiayai dari pihak manapun melainkan dengan mengandalkan swadaya dari masyarakat.
“Kita sebagai masyarakat ingin memeriahkan untuk memberi tahu kepada khalayak lahir seorang Sigit asal Kecamatan Ayah Kebumen bawa medali emas di Sea Games,” tandasnya. (K24/Hfd)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.