KARANGANYAR, Kebumen24.com – Jipang Kacang menjadi salah satu makanan khas dari Kabupaten Kebumen. Salah satu wilayah yang memproduksinya yaitu di Kecamatan Karanganyar. Akan tetapi, para pengusaha kerap mengalami kendala pasokan kacang sebagai bahan baku utama.
Salah satu pengusaha jipang kacang, Pujianto (39) mengatakan kendala minimnya pasokan kacang lokal kerap menghambat kegiatan produksi. Pasalnya apabila kacang tanah lokal dari Kebumen belum panen, dirinya terpaksa membeli dari luar daerah.
“Terkadang kalau kacang lokal belum panen terpaksa membeli dari luar Kebumen,” ungkap pria warga Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Karanganyar ini, Senin 9 Desember 2019.
Pujianto membuka usaha dibantu sang istri di rumahnya di RT 2 RW 5 Kelurahan Jatiluhur. Jipang kacang merupakan usaha turun temurun dari ibunya yang dirintis sejak tahun 1979. Ia melanjutkan bisnis ini pada 2008 setelah pulang merantau dari Jakarta.
Pujianto menjelaskan, proses produksi jipang dimulai dengan menyangrai kacang. Kulit kacang dibersihkan sehingga tersisa biji putihnya saja. Setelah itu, bahan baku lain yakni gula jawa dimasak dalam wadah hingga meleleh. Kemudian, kacau yang telah dibersihkan kulitnya dimasukkan ke dalam gula jawa meleleh untuk diaduk.
“Adonan harus terus diolah hingga menyatu sempurna. Kemudian adonan diletakkan pada nampan beralaskan plastik untuk pengepakan,” terangnya.
Untuk membuat seratus bungkus jipang kacang, ia membutuhkan bahan baku kacang tanah 30 kilogram dan gula jawa 10 kilogram. Adapun dalam setiap bungkus, memiliki 18 jipang kacang kemasan kecil. Tiap bungkusnya, jipang kacang buatan Pujianto dibanderol Rp 10 ribu.
“Untuk omzet tiap bulan Rp 7 – 8 juta dan pada musim liburan mencapai Rp 10 juta,” jelasnya.
Terkait pemasaran, Pujianto menyasar wilayah lokal Kebumen seperti pasar tradisional maupun pelanggan datang ke rumah. Tidak sedikit para warga yang datang memesan untuk dibawa ke luar daerah. Dalam menjaga kualitas produk, Pujianto selalu memilih bahan baku terbaik dan tidak menggunakan bahan pengawet untuk pembuatannya.
“Ciri khas jipang kacang disini tidak keras tetapi alot. Jipang bisa bertahan sampai 2 bulan kalau disimpan di lemari pendingin dapat lebih lama lagi,” tandasnya. (K24/IMAM)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















