Wisata

Menyongsong Geopark Global, Kebumen Masih Banyak Temukan Kendala

1206
×

Menyongsong Geopark Global, Kebumen Masih Banyak Temukan Kendala

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong (GNKK) yang telah berstatus Geopark nasional bakal diusulkan menjadi Unesco Global Geopark (UGGp). Pemkab mentargetkan tahun 2021 GNKK naik status. Kendati demikian, sejumlah permasalahan masih dikantongi Pemkab yang tengah serius mengusulkan itu.
Ketua Harian Badan Pengelola Kawasan GNKK Djoenaidi Fatchurtohman, untuk mencapai target UGGp tahun 2021 Kebumen sudah harus mengusulkan pada tahun 2020. Menurutnya, terdapat empat hal yang diperhatikan yaitu pemberdayaan kelembagaan pengelola Geopark, jejaring, visibilitas ketertampakan informasi dan dukungan masyarakat.

“Untuk saat ini yang masih perlu digenjot adalah edukasi masyarakat sehingga pemberdayaan dapat optimal,” tuturnya, Rabu malam, 4 desember 2019,  saat jumpa pers dengan sejumlah awak media.

Djoenaidi menegaskan, sosialisasi kepada masyarakat sangat penting sekali melihat kesetaraan gender. Dimana, paling optimal pemberdayaan melalui perempuan. Pasalnya, kaum hawa dinilai lebih optimal dalam proses sosialisasi tentang Geopark secara lebih luas.
Adapun sejumlah permasalahan yang dihadapi GNKK antara lain belum adanya deliniasi (batasan) antar geosite, belum terkajinya ekologi dan ekosistem secara menyeluruh, website yang belum berdiri sendiri, belum adanya pusat informasi Geopark. Dari sisi edukasi, pelajar dan masyarakat belum memahami Geopark, bahan pertanian belum termanfaatkan dengan maksimal, beberapa lahan geosite dikuasai pihak swasta.
Sementara Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz, mengakui satu tahun GNKK masih perlu dioptimalkan dalam segi sosialisasi kepada masyarakat. Dirinya juga mengharapkan, Dinas Pendidikan dalam hal ini perlu menyusun kurikulum muatan lokal tentang Geopark.

“Agar sosialisasi lebih optimal sejak dini perlu dimasukkan dalam muatan lokal, dengan pembuatan buku bagi siswa SD dan SMP di Kebumen,” tuturnya.

Yazid menegaskan, dalam rangka mencapai UGGp membutuhkan persiapan dan perjuangan yang tidak mudah. Terbukti dengan hasil lawatannya ke wilayah yang telah menyandang Geopark Global, diperlukan waktu dan persiapan matang dalam pengusulannya. Termasuk kesiapan masyarakat untuk mengetahui tentang taman bumi ini.

“Seperti di Samosir itu perlu waktu beberapa tahun untuk mencapai target Geopark Global,” ucapnya. (K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.